Euro melonjak ke level tertinggi lima tahun di atas 1,2050 karena pelemahan dolar secara luas semakin cepat akibat ancaman tarif yang diperbarui dan dukungan Presiden Trump untuk mata uang yang lebih lemah.
Yen tetap stabil di tengah spekulasi intervensi terkoordinasi AS-Jepang, sementara emas dan perak melonjak ke level rekor baru di tengah gesekan perdagangan, ketidakpastian kebijakan, dan permintaan aset aman yang kuat. Poundsterling juga menguat mendekati level tertinggi dalam beberapa bulan karena selera risiko tetap kuat.
| Waktu | Mata Uang | Agenda | Perkiraan | Sebelumnya |
15:30 | USD | Persediaan Minyak Mentah Cushin | 1.478M | |
19:00 | USD | Keputusan Suku Bunga FED | 3.75% | 3.75% |
19:30 | USD | Konferensi Pers FOMC |

EUR/USD melonjak melewati 1,2050 pada hari Selasa, menandai puncak lima tahun karena indeks dolar AS jatuh ke level terendah sejak awal 2022. Penurunan dolar AS semakin cepat setelah Presiden Trump mengindikasikan bahwa ia nyaman dengan mata uang yang lebih lemah untuk mendukung ekonomi riil. Secara bersamaan, ancamannya untuk menaikkan tarif pada Korea Selatan menjadi 25% memicu perdagangan "jual Amerika", sementara komitmen ECB terhadap stabilitas kebijakan memberikan dasar yang kuat bagi momentum euro.
Momentum tetap konstruktif, dengan 1,1950 menjadi fokus di sisi atas, sementara 1,1810 menentukan dukungan terdekat.
| R1: 1.1950 | S1: 1.1810 |
| R2: 1.2000 | S2: 1.1760 |
| R3: 1.2050 | S3: 1.1680 |

Yen Jepang diperdagangkan di dekat 152,5 per dolar pada hari Rabu, mempertahankan level terkuatnya dalam tiga bulan setelah kenaikan hampir 4% minggu ini. Reli ini berasal dari spekulasi intensif bahwa Tokyo dan Washington sedang merencanakan intervensi mata uang terkoordinasi. Kegelisahan pasar meningkat setelah Federal Reserve New York melakukan "pemeriksaan suku bunga" dengan para pelaku pasar, sebuah langkah yang menurut pejabat Jepang mencerminkan kerja sama nilai tukar yang erat dengan AS.
Secara teknis, resistensi berada di dekat 153,20, sementara dukungan tetap kuat di 152,50.
| R1: 153.20 | S1: 152.50 |
| R2: 153.90 | S2: 151.80 |
| R3: 155.10 | S3: 150.40 |

Harga emas mencapai rekor tertinggi di atas $5.200 pada hari Rabu karena melemahnya dolar memicu lonjakan permintaan aset safe haven. Reli ini semakin cepat setelah Presiden Trump menepis kekhawatiran atas level terendah dolar AS dalam empat tahun terakhir, dan menyatakan kenyamanan dengan mata uang yang lebih lemah untuk membantu ekspor. Sikap acuh tak acuh ini, dikombinasikan dengan meningkatnya gesekan perdagangan dan pertanyaan mengenai independensi Federal Reserve, telah mendorong harga emas naik 18% hanya dalam bulan ini.
Level support berada di dekat $5.247, dengan $5.148 sebagai referensi kenaikan berikutnya.
| R1: 5247 | S1: 5148 |
| R2: 5300 | S2: 5110 |
| R3: 5350 | S3: 5075 |

Poundsterling Inggris naik pada hari Senin, menguji level 1,3850 untuk pertama kalinya sejak September. Meskipun pemerintahan Trump mengancam negara-negara Eropa dengan tarif baru terkait sengketa Greenland, pasar tetap optimis bahwa retorika tersebut akan mereda. Ketahanan ini membantu pound mempertahankan momentumnya meskipun ketidakpastian geopolitik masih berlanjut.
Dari sudut pandang teknis, support berada di sekitar 1,3770, dengan resistance sekitar 1,3800.
| R1: 1.3800 | S1: 1.3770 |
| R2: 1.3850 | S2: 1.3710 |
| R3: 1.3900 | S3: 1.3620 |

Harga perak naik mendekati $115 per ons pada hari Rabu, mencapai rekor baru karena dolar merosot ke level terendah empat tahun dan investor berbondong-bondong membeli logam mulia sebagai aset aman. Pergerakan ini dipercepat setelah Presiden Trump meremehkan pelemahan dolar, menandakan dukungan untuk mata uang yang lebih lemah guna mendukung ekspor AS. Ketidakpastian kebijakan, termasuk ancaman tarif dan kekhawatiran atas independensi Fed, menambah momentum. Di Tiongkok, permintaan yang kuat memaksa sebuah dana perak besar untuk menghentikan perdagangan setelah premi yang ditawarkannya melonjak. Defisit pasokan yang berkelanjutan, pembatasan ekspor Beijing, dan pembelian besar-besaran telah mengangkat harga perak sekitar 59% sejak awal tahun.
Dari sudut pandang teknis, resistensi berada di dekat $114,40, sementara support berada di sekitar $113,50.
| R1: 114.40 | S1: 113.50 |
| R2: 115.50 | S2: 111.60 |
| R3: 116.00 | S3: 111.00 |
Trump Proposes 25% Tariff on Korean ImportsPresident Donald Trump announced plans to hike tariffs on South Korean imports to 25%, up from the current 15%. He cited the South Korean legislature’s failure to ratify a trade deal finalized in late 2025 as the primary reason for the increase. The move targets key sectors including automobiles, pharmaceuticals, and lumber.
Detail
Weak USD and Record Metals Shape Global Markets (26-30 January)Global markets began the week with the US dollar slipping toward 97, marking its weakest levels in four months. Heightened geopolitical risks and trade tensions, combined with speculation about the future leadership of the Federal Reserve, have pressured the US dollar.
DetailBergabunglah dengan Channel Telegram Kami dan Berlangganan Sinyal Trading Kami secara Gratis!
Bergabunglah dengan Telegram!