Tingkat inflasi tahunan di Zona Euro meningkat menjadi 2,5% pada Januari 2025, naik dari 2,4% pada Desember, menurut perkiraan awal.
Angka ini sedikit melampaui ekspektasi pasar sebesar 2,4% dan menandai tingkat inflasi tertinggi sejak Juli 2024.
Faktor utama di balik kenaikan ini adalah kenaikan substansial dalam biaya energi, yang melonjak menjadi 1,8% di bulan Januari, dibandingkan dengan hanya 0,1% di bulan Desember. Kenaikan tajam harga energi ini memberikan kontribusi besar pada tingkat inflasi secara keseluruhan.
Tingkat inflasi inti, yang tidak termasuk harga pangan dan energi yang bergejolak, tetap tidak berubah pada 2,7% selama lima bulan berturut-turut. Angka ini sedikit di atas perkiraan pasar sebesar 2,6% tetapi masih merupakan level terendah sejak awal 2022. Data inflasi terbaru kemungkinan akan diamati oleh Bank Sentral Eropa (ECB) untuk keputusan kebijakan moneter di masa depan.

Sumber: Eurostat
Global markets remained focused on shifting Middle East developments and monetary policy expectations, with reports of progress toward a Strait of Hormuz shipping agreement influencing sentiment.
Detail
Data Ketenagakerjaan yang Lemah Menghantam Dolar karena Risiko Hormuz Tetap Ada (10 – 14 Agustus)Pasar global memasuki pekan ini ketika investor menilai kembali prospek Federal Reserve setelah laporan ketenagakerjaan AS yang secara mengejutkan lemah menandakan memburuknya kondisi pasar tenaga kerja lebih lanjut. Indeks Dolar jatuh menuju level terendah dua bulan, sementara emas dan perak mempertahankan kenaikan mingguan yang kuat karena ekspektasi kenaikan suku bunga Fed pada bulan September turun tajam. Pada saat yang sama, ketidakpastian seputar Selat Hormuz terus memengaruhi harga minyak dan ekspektasi inflasi global, dengan Iran dan Oman melaporkan kemajuan menuju kesepakatan transit tetapi belum ada resolusi yang lebih luas yang tercapai.
Detail Data Ketenagakerjaan yang Lemah Mendukung Logam dan Mata Uang (08.10.2026)Pasar global membuka pekan ini dengan dolar berada di bawah tekanan setelah data ketenagakerjaan AS yang secara tak terduga lemah mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada bulan September.
DetailBergabunglah dengan Channel Telegram Kami dan Berlangganan Sinyal Trading Kami secara Gratis!
Bergabunglah dengan Telegram!