Pasar cenderung mengarah ke sentimen "risk-on" karena meredanya ketegangan geopolitik dan penurunan harga minyak mendukung mata uang dan meredam ekspektasi inflasi.
Euro naik ke level tertinggi multi-bulan di dekat $1,17 karena investor mengurangi ekspektasi terhadap pengetatan kebijakan moneter agresif ECB, sementara poundsterling juga menguat mendekati level tertinggi baru-baru ini. Sebaliknya, yen Jepang melemah di bawah tekanan dari dolar yang lebih kuat dan kenaikan biaya energi. Logam mulia menunjukkan kinerja yang beragam, dengan emas stabil di dekat $4.700 karena imbal hasil membatasi kenaikan, sementara perak melemah di tengah ketidakpastian geopolitik yang berkelanjutan. Secara keseluruhan, sentimen membaik, meskipun pasar tetap sensitif terhadap perkembangan di sekitar Timur Tengah dan pasar energi.
| Waktu | Mata Uang | Agenda | Perkiraan | Sebelumnya |
| 15:30 | USD | Indeks Harga PCE Inti (MoM) (Feb)) | 0.4% | 0.4% |
| 15:30 | USD | Indeks Harga PCE Inti (YoY) (Feb) | 3.0% | 3.1% |
| 15:30 | USD | PDB (QoQ) (Q4) | 0.7% | 0.7% |
| 15:30 | USD | Klaim Pengangguran Awal | 210K | 202K |
| 20:00 | USD | Lelang Obligasi 30 Tahun | - | 4.871% |

Euro mencapai $1,17 karena meredanya ketegangan geopolitik meningkatkan selera risiko. Penurunan harga minyak mendorong investor untuk mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga ECB yang agresif.
Untuk EUR/USD, resistensi awal terlihat di 1,1700, sedangkan support terdekat berada di 1,1620.
| R1: 1.1700 | S1: 1.1620 |
| R2: 1.1750 | S2: 1.1570 |
| R3: 1.1800 | S3: 1.1400 |

Harga emas ditutup di dekat $4.700 per ons karena investor mempertimbangkan berita-berita yang saling bertentangan dari Timur Tengah. Meskipun kekhawatiran akan pasokan memberikan dukungan, kenaikan imbal hasil dan dolar yang lebih kuat membatasi kenaikan harga logam mulia ini, sehingga momentum kenaikannya baru-baru ini tetap terkendali.
Resistensi pertama terlihat di $4850, dengan support awal di dekat $4740.
| R1: 4850 | S1: 4740 |
| R2: 4920 | S2: 4690 |
| R3: 5000 | S3: 4550 |

Yen kehilangan sebagian keuntungan awal karena kenaikan harga minyak dan penguatan dolar menekan mata uang tersebut. Investor tetap fokus pada Bank Sentral Jepang, mengantisipasi potensi perubahan menuju kebijakan moneter yang lebih ketat.
Resistensi awal berada di 159, sedangkan support pertama terletak di 157,90.
| R1: 159.00 | S1: 157.90 |
| R2: 159.80 | S2: 157.10 |
| R3: 161.00 | S3: 155.80 |

Sterling melonjak 1% menuju $1,34 karena risiko geopolitik mereda. Dengan penurunan biaya energi yang mengurangi tekanan inflasi, investor mengalihkan fokus mereka, yang menyebabkan revisi ekspektasi suku bunga ke bawah.
Dari sudut pandang teknikal, support berada di dekat 1,3460, dengan resistance sekitar 1,3350.
| R1: 1.3460 | S1: 1.3350 |
| R2: 1.3510 | S2: 1.3280 |
| R3: 1.3600 | S3: 1.3190 |

Harga perak turun menjadi sekitar $73,5 per ons pada hari Kamis setelah volatilitas baru-baru ini. Investor menghadapi gencatan senjata Timur Tengah yang rapuh, yang diperumit oleh bentrokan yang terus berlanjut dan laporan yang saling bertentangan mengenai Selat Hormuz. Meskipun pejabat Iran mengklaim bahwa persyaratan telah dilanggar dan lalu lintas kapal tanker tetap terhenti, Wakil Presiden AS JD Vance mengisyaratkan bahwa pembukaan kembali mungkin akan segera terjadi karena kemajuan diplomatik. Ketidakpastian geopolitik ini, ditambah dengan dolar yang lebih kuat dan imbal hasil obligasi yang meningkat, telah mempertahankan tekanan penurunan pada logam mulia ini.
Dari sudut pandang teknis, resistensi berada di dekat $77,25 sementara support berada di sekitar $75.
| R1: 77.25 | S1: 73.00 |
| R2: 79.50 | S2: 71.50 |
| R3: 82.00 | S3: 69.00 |
Pembicaraan antara Fed dan Iran Mendorong Pasar (3–7 Agustus)Pasar global memasuki bulan Agustus dengan para investor menilai kembali prospek kebijakan Federal Reserve, sementara upaya diplomatik yang diperbarui antara Amerika Serikat dan Iran memicu pergerakan tajam pada harga minyak dan logam mulia. Dolar pulih ke sekitar 100,3 tetapi tetap berada di bawah tekanan setelah mencatat penurunan mingguan terburuk dalam tiga bulan. Sementara itu, minyak mentah Brent turun lebih dari 4% setelah Presiden Donald Trump mengatakan pembicaraan damai dengan Iran akan dilanjutkan, meredakan kekhawatiran langsung atas Selat Hormuz dan inflasi yang dipicu oleh energi.
Detail
BOJ Menghentikan Sementara Pengetatan Kebijakan, tetapi Pengetatan Belum BerakhirBank Sentral Jepang mempertahankan suku bunga kebijakannya tidak berubah di angka 1,0% pada bulan Juli, sebuah keputusan yang sudah banyak diperkirakan setelah kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Juni.
Detail Dolar Tetap Stabil Menjelang Keputusan Bank Sentral (28/07/2026)Pasar global bergerak hati-hati menjelang pertemuan-pertemuan penting bank sentral, dengan investor fokus pada Federal Reserve dan Bank of Japan untuk mendapatkan sinyal kebijakan baru.
DetailBergabunglah dengan Channel Telegram Kami dan Berlangganan Sinyal Trading Kami secara Gratis!
Bergabunglah dengan Telegram!