Buka Akun

Ketidakpastian Membuat Pasar Tetap Waspada (14.01.2025)

Pasar global sedang menghadapi lanskap yang ditandai oleh pergeseran ekspektasi kebijakan The Fed dan meningkatnya ketidakpastian politik.

Meskipun data inflasi AS yang lebih lemah memicu spekulasi akan dua kali penurunan suku bunga tahun ini, dolar tetap tangguh, menekan euro dan poundsterling sekaligus mendorong yen Jepang menuju level kritis 160 di tengah spekulasi pemilihan umum sela. Sementara itu, emas dan perak telah melonjak ke level tertinggi sepanjang masa, didorong oleh permintaan aset aman, meningkatnya utang fiskal, dan kekhawatiran atas independensi Fed. Kombinasi ketegangan geopolitik dan sinyal kebijakan yang sensitif ini membuat volatilitas tetap tinggi di semua kelas aset utama.

WaktuMata UangAgendaPerkiraanSebelumnya 
13:30USDPPI (MoM) (Oct) 0.3%
13:30USDPenjualan Ritel (MoM) (Nov)0.4%0.0%
13:30USDPenjualan Ritel Inti (MoM) (Nov)0.4%0.4%
15:00USDPenjualan Rumah yang Sudah Ada (Dec)4.21M4.13M

Euro Tetap Stabil Seiring Inflasi dan Ketegangan Mereda

Euro diperdagangkan di dekat $1,165, berfluktuasi di dekat level terendah satu bulan pekan lalu. Sentimen pasar dipengaruhi oleh data AS terbaru yang menunjukkan CPI utama di 2,7% dan inflasi inti mendingin menjadi 2,6%. Angka-angka ini mendukung ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve akhir tahun ini. Secara bersamaan, tekanan pada dolar mereda karena beberapa anggota parlemen Republik mengkritik penyelidikan Departemen Kehakiman terhadap Ketua Jerome Powell, mengurangi kekhawatiran langsung mengenai independensi politik bank sentral.

Secara teknis, 1,1610 adalah support kunci, sementara resistance terlihat di 1,1700.

R1: 1.1700S1: 1.1610
R2: 1.1780S2: 1.1570
R3: 1.1850S3: 1.1500

Yen Mendekati 160 dalam Pembicaraan Singkat Pemilu

Yen Jepang melemah melewati angka 159 terhadap dolar AS pada hari Rabu, mencapai level terendah sejak Juli 2024 dan mendekati angka 160 yang sebelumnya memicu intervensi resmi. Penurunan ini terjadi di tengah spekulasi politik bahwa Perdana Menteri Sanae Takaichi dapat mengadakan pemilihan umum lebih awal, kemungkinan pada 8 Februari, untuk mengamankan mandat yang lebih kuat dan memajukan langkah-langkah fiskal ekspansif.

Secara teknis, resistensi berada di dekat 159,70, sementara support kuat di 158,80.

R1: 159.70S1: 158.80
R2: 160.20S2: 157.50
R3: 161.00S3: 154.70

Harga Emas Mencapai Rekor Tertinggi Baru di Atas $4.630

Harga emas melonjak melewati $4.630 pada hari Rabu, mencapai all time high karena data inflasi AS yang mendingin mendukung ekspektasi penurunan suku bunga. Dengan inflasi inti Desember yang melambat menjadi 2,6%, investor semakin bertaruh pada dua atau tiga pemotongan suku bunga Federal Reserve tahun ini, jauh melebihi perkiraan resmi. Pergeseran ini, dikombinasikan dengan permintaan aset aman yang terus-menerus di tengah perselisihan independensi Fed yang sedang berlangsung dan kerusuhan di Iran, terus mendorong reli emas yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Emas mempunyai support di dekat $4590, sementara resistensi berada di sekitar $4650.

R1: 4650S1: 4590
R2: 4685S2: 4420
R3: 4720S3: 4400

Sterling Melemah karena Dolar Pulih Pasca-Data CPI

Pasangan GBPUSD mundur ke arah 1.3425 selama sesi Asia hari Rabu karena dolar AS kembali menguat. Meskipun inflasi AS bulan Desember tetap stabil di 2,7%, investor kini beralih ke data Penjualan Ritel dan Indeks Harga Produsen (PPI) hari ini untuk mengetahui arah selanjutnya. Terlepas dari sedikit penurunan, sterling tetap didukung oleh gejolak politik yang terus berlanjut seputar Federal Reserve.

Dari sudut pandang teknis, support berada di dekat 1.3390, dengan resistance sekitar 1.3470.

R1: 1.3470S1: 1.3390
R2: 1.3510S2: 1.3340
R3: 1.3620S3: 1.3290

Harga Perak Mencapai Rekor Baru di Atas $91

Harga perak melonjak melewati $91 pada hari Rabu, menandai rekor tertinggi sepanjang masa. Reli parabolik ini didorong oleh meningkatnya permintaan aset aman karena investor melakukan lindung nilai terhadap meningkatnya kerusuhan di Iran dan ancaman terhadap independensi Federal Reserve. Selain itu, data inflasi yang mendingin pada bulan Desember telah memperkuat ekspektasi akan beberapa penurunan suku bunga tahun ini, secara signifikan meningkatkan daya tarik logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.

Dari sudut pandang teknis, resistensi berada di dekat $91,80 sementara support berada di sekitar $89,90.

R1: 91.80S1: 89.90
R2: 93.00S2: 88.50
R3: 95.50S3: 86.00
Jadilah anggota komunitas kami!

Bergabunglah dengan Channel Telegram Kami dan Berlangganan Sinyal Trading Kami secara Gratis!

Bergabunglah dengan Telegram!