Prospek yang membaik untuk kesepakatan AS-Iran mendukung sentimen risiko dan mengurangi permintaan terhadap dolar AS.
Euro dan poundsterling Inggris menguat, didukung oleh ekspektasi bahwa kesepakatan potensial dapat mengurangi tekanan pada pasar energi dan menurunkan risiko inflasi.
Laporan operasi militer AS di Iran selatan mengingatkan pasar bahwa ketegangan masih belum terselesaikan. Kombinasi kemajuan diplomatik dan kekhawatiran keamanan yang berkelanjutan membatasi pergerakan di aset safe haven tradisional.
Emas turun di bawah $4.550, perak kehilangan sebagian dari kenaikannya baru-baru ini, dan yen Jepang tetap berada dalam kisaran terbatas karena para pedagang mempertimbangkan perkembangan geopolitik terhadap ekspektasi bank sentral.
| Waktu | Mata Uang | Agenda | Perkiraan | Sebelumnya |
| 17:00 | USD | Kepercayaan Konsumen CB | 91.8 | 92.8 |

Euro naik ke $1,163, pulih dari level terendah enam minggu karena prospek membaik untuk kesepakatan AS-Iran menekan harga minyak dan mengurangi permintaan dolar.
Menteri Luar Negeri Marco Rubio menggambarkan usulan kesepakatan tersebut sebagai "cukup solid."
Untuk EUR/USD, resistensi awal terlihat di 1,1660, sementara support terdekat berada di 1,1580.
| R1: 1.1660 | S1: 1.1580 |
| R2: 1.1700 | S2: 1.1520 |
| R3: 1.1750 | S3: 1.1440 |

Harga emas turun di bawah $4.550 karena para pedagang mempertimbangkan perkembangan yang saling bertentangan dari Timur Tengah.
Laporan menunjukkan bahwa Komando Pusat AS menargetkan lokasi peluncuran rudal dan kapal yang diduga melakukan aktivitas peletakan ranjau di Iran selatan, sementara Washington melanjutkan diskusi diplomatik dengan Teheran. Trump mengatakan negosiasi berjalan dengan baik tetapi memperingatkan bahwa tindakan militer dapat meningkat jika pembicaraan gagal.
Resistensi pertama terlihat di $4590, dengan support awal di dekat $4500.
| R1: 4590 | S1: 4500 |
| R2: 4650 | S2: 4450 |
| R3: 4740 | S3: 4310 |

Yen Jepang diperdagangkan di dekat 159 per dolar, mempertahankan kisaran yang sempit.
Meskipun ketegangan meningkat di seluruh dunia, mata uang tersebut sebagian besar tetap stabil karena para pedagang menyeimbangkan risiko dengan ekspektasi terhadap kebijakan Bank Sentral Jepang di masa mendatang.
Resistensi awal berada di 159,50, sedangkan support pertama terletak di 158,20.
| R1: 159.50 | S1: 158.20 |
| R2: 161.50 | S2: 157.20 |
| R3: 163.20 | S3: 156.00 |

Sterling menguat mendekati $1,35, mencapai level tertinggi sejak 13 Mei karena prospek membaiknya kesepakatan AS-Iran meningkatkan sentimen pasar. Pound juga mendapat dukungan dari berkurangnya ekspektasi pengetatan kebijakan moneter tambahan oleh Bank of England setelah serangkaian laporan ekonomi Inggris yang lebih lemah.
Dari sudut pandang teknis, resistensi berada di dekat 1,3520, dengan support di sekitar 1,3440.
| R1: 1.3220 | S1: 1.3440 |
| R2: 1.3580 | S2: 1.3350 |
| R3: 1.3630 | S3: 1.3200 |

Harga perak turun di bawah $77 per ons, mengembalikan sebagian dari keuntungan sesi sebelumnya.
Dari sudut pandang teknis, resistensi berada di sekitar $77,70 sementara support berada di sekitar $75.
| R1: 77.70 | S1: 75.00 |
| R2: 80.50 | S2: 72.80 |
| R3: 82.50 | S3: 69.00 |
Peace Deal De-Escalates Energy Risk (15 - 19 June, 2026)Global markets experienced a strong wave of risk-on sentiment this week following reports of an interim agreement between the US and Iran to halt their military conflict and reopen the Strait of Hormuz, where nearly 600 vessels are currently stranded. The peace deal, scheduled to be signed in Switzerland on Friday, establishes a 60-day window for talks regarding Iran’s nuclear program, offering immediate maritime ceasefire terms and partial sanctions relief on Iranian overseas oil sales.
Detail Kesepakatan Damai AS-Iran Meningkatkan Selera Risiko (15 Juni 2026)Pasar global memulai pekan ini dengan catatan positif setelah perjanjian damai resmi AS-Iran meredakan ketegangan geopolitik dan mengurangi kekhawatiran inflasi.
Detail Kenaikan Suku Bunga ECB Gagal Mengangkat Euro (06.12.2026)Pasar mengakhiri pekan dengan fokus pada kebijakan bank sentral dan perkembangan geopolitik, seiring dengan kenaikan suku bunga yang diperkirakan oleh ECB dan penilaian investor terhadap prospek pengetatan lebih lanjut.
DetailBergabunglah dengan Channel Telegram Kami dan Berlangganan Sinyal Trading Kami secara Gratis!
Bergabunglah dengan Telegram!