Pada hari Rabu, pasar merespons campuran data ekonomi yang lemah, meningkatnya risiko geopolitik, dan pergeseran ekspektasi bank sentral.
Euro turun di bawah $1,14 menyusul inflasi Zona Euro yang lemah dan ketidakpastian politik di Belanda, sementara yen stabil di sekitar 143,9 karena investor menunggu data AS dan Jepang. Emas dan perak naik karena permintaan safe haven yang baru didorong oleh ketegangan global dan tarif baru AS. Sementara itu, pound tetap stabil menjelang pertemuan bank sentral utama. Secara keseluruhan, sentimen hati-hati dan spekulasi kebijakan membentuk aktivitas perdagangan.
| Waktu | Mata Uang | Agenda | Perkiraan | Sebelumnya |
| 12:15 | USD | Perubahan Ketenagakerjaan Nonpertanian ADP (Mei) | 111K | 62K |
| 08:00 | EUR | PMI Jasa Zona Euro HCOB (Mei) | 48.9 | 50.1 |
| 13:45 | CAD | Keputusan Suku Bunga BoC | 2.75% | 2.75% |
| 14:00 | USD | PMI Non-Manufaktur ISM (Mei) | 52.1 | 51.6 |
| 14:00 | USD | Harga Non-Manufaktur ISM (Mei) | 65.1 | |
| 14:30 | USD | Persediaan Minyak Mentah | -2.795M |

Euro turun di bawah $1,14 setelah CPI Zona Euro untuk bulan Mei naik hanya 1,9% thn/thn, tidak mencapai perkiraan 2,0%. Hal ini mendukung ekspektasi pemangkasan suku bunga ECB sebesar 25 bps. OECD juga memangkas proyeksi pertumbuhan global menjadi 2,9% untuk tahun 2025–26, dengan alasan ketegangan perdagangan. Ketidakstabilan politik Belanda, menyusul keruntuhan pemerintah terkait imigrasi, menambah tekanan. Sementara itu, negosiasi perdagangan AS tetap menjadi fokus setelah ancaman tarif baru Trump.
Resistensi utama terletak di 1,1460 dan support pertama berada di 1,1320.
| R1: 1.1460 | S1: 1.1320 |
| R2: 1.1500 | S2: 1.1260 |
| R3: 1.1580 | S3: 1.1210 |

Yen stabil di 143,9 per dolar setelah penurunan baru-baru ini, dibantu oleh melemahnya dolar AS. Kehati-hatian mendominasi menjelang data pekerjaan AS. Gubernur BoJ Ueda menegaskan kembali kesiapan kenaikan suku bunga jika target inflasi terpenuhi, didukung oleh pemulihan ekonomi yang moderat dan laba perusahaan yang kuat. Pasar sekarang menunggu angka tenaga kerja dan pengeluaran Jepang.
Resistensi utama berada di $144,40 sementara itu support utama berada di $143,50.
| R1: 144.40 | S1: 143.50 |
| R2: 144.70 | S2: 143.00 |
| R3: 146.10 | S3: 142.20 |

Emas naik mendekati $3.370 karena permintaan kembali meningkat dengan meningkatnya risiko geopolitik dan perdagangan. OECD memangkas perkiraan pertumbuhan globalnya, dengan alasan manufaktur yang lemah dan ketegangan AS-Tiongkok. Tarif baru AS untuk baja dan aluminium memicu kekhawatiran menjelang pertemuan potensial Trump-Xi. Sementara itu, konflik Ukraina dan kemungkinan penolakan Iran terhadap tawaran nuklir AS menambah kegelisahan pasar.
Support kritis pertama untuk emas terlihat di $3320 dan resistance pertama berada di $3385.
| R1: 3385 | S1: 3320 |
| R2: 3435 | S2: 3290 |
| R3: 3500 | S3: 3250 |

Pound diperdagangkan di kisaran 1,3520 terhadap dolar karena investor menunggu data ekonomi AS dan pertemuan BoE pada 19 Juni, yang mungkin mencakup pemangkasan suku bunga. Tanpa rilis data utama Inggris, GBP/USD tetap sensitif terhadap sinyal bank sentral dan ketidakpastian ekonomi global.
Support kritis pertama untuk pasangan ini terlihat di 1,3425 dan resistance pertama berada di 1,3600.
| R1: 1.3600 | S1: 1.3425 |
| R2: 1.3750 | S2: 1.3165 |
| R3: 1.3850 | S3: 1.2890 |

Perak naik ke $34,60, didorong oleh arus masuk aset safe haven di tengah meningkatnya risiko global dan ketegangan perdagangan. Prospek pertumbuhan yang diturunkan oleh OECD dan tarif baru AS meningkatkan volatilitas pasar. Konflik yang terus berlanjut di Ukraina dan Timur Tengah, ditambah permintaan yang kuat dari sektor industri, mendukung kenaikan. Rasio emas terhadap perak tetap tinggi, mengisyaratkan kenaikan lebih lanjut.
Support kritis pertama untuk perak terlihat di 33,65 dan resistance pertama berada di 34,90.
| R1: 34.90 | S1: 33.65 |
| R2: 35.40 | S2: 32.80 |
| R3: 36.00 | S3: 32.50 |
Currency markets remained volatile as ongoing Middle East tensions continued to shape global sentiment.
Blokade Hormuz Mengguncang Pasar (09 - 13 Maret)Sentimen global pekan ini didominasi oleh pekan kedua perang dengan Iran dan blokade efektif Selat Hormuz, yang mendorong harga minyak mentah Brent di atas $100/barel. Terlepas dari laporan tenaga kerja AS yang sangat buruk yang menunjukkan kehilangan 92.000 pekerjaan pada bulan Februari, permintaan aset aman mendorong Indeks Dolar AS ke 99,1. Guncangan energi telah memicu kekhawatiran akan "stagflasi," terutama di Eropa dan Jepang, karena melonjaknya biaya bahan bakar mengancam untuk membalikkan tren disinflasi baru-baru ini.
Detail
Trump Signals Extended Military CampaignGeopolitical tensions in the Middle East have intensified following recent remarks from Donald Trump suggesting that the ongoing military campaign against Iran may last longer than anticipated. While Trump stated that early operational objectives were achieved ahead of schedule, he acknowledged that broader strategic goals could require additional time and sustained military pressure.
DetailBergabunglah dengan Channel Telegram Kami dan Berlangganan Sinyal Trading Kami secara Gratis!
Bergabunglah dengan Telegram!