Sentimen global bergeser minggu ini karena pasar menyeimbangkan diplomasi berisiko tinggi di Islamabad dengan krisis pasokan energi yang parah. Meskipun pembicaraan antara pejabat AS dan Iran memberikan secercah harapan yang rapuh, blokade Selat Hormuz yang dipimpin AS, yang dipicu oleh kegagalan negosiasi akhir pekan, menyebabkan harga minyak mentah Brent melonjak 8% menjadi sekitar $103/barel.
Dampak makroekonomi kini terlihat: inflasi utama AS melonjak menjadi 3,3% pada bulan Maret, tertinggi sejak Mei 2024. Lonjakan yang dipicu oleh sektor energi ini telah memaksa penyesuaian kebijakan moneter yang agresif di pasar obligasi, dengan obligasi pemerintah Inggris 10 tahun tetap berada di dekat level tertinggi multi-tahun dan imbal hasil obligasi pemerintah Jerman kembali naik mendekati puncaknya dalam 15 tahun terakhir di angka 3,13%.
Harga emas naik menjadi $4.780/oz, kenaikan mingguan sebesar 2%. Ini menandai kenaikan mingguan ketiga berturut-turut, didukung oleh dolar yang lebih lemah (DXY di bawah 99) dan permintaan aset safe haven.
Harga perak naik menjadi $75,6/oz, meningkat lebih dari 4% selama seminggu. Permintaan didorong oleh spekulasi tentang kemungkinan penurunan suku bunga Fed yang lebih dalam setelah inflasi yang dipicu oleh sektor energi saat ini mereda.
Volatilitas Kembali dengan Sentuhan Berbeda (4 – 8 Mei)Pasar global bergerak melalui pekan yang bergejolak dan tidak merata karena intervensi mata uang, pergeseran dinamika energi, dan sinyal hati-hati dari bank sentral membentuk kembali sentimen. Dolar AS berada di bawah tekanan berkelanjutan, sempat jatuh di bawah 98 ke level terendahnya sejak akhir Februari, sebagian besar didorong oleh reli tajam yen Jepang setelah dugaan intervensi. Pada saat yang sama, perkembangan geopolitik di sekitar Selat Hormuz dan upaya diplomatik AS-Iran yang diperbarui terus memengaruhi pasar energi, menjaga ekspektasi inflasi tetap menjadi fokus.
Detail Awal Mei yang Penuh Kehati-hatian (05.04.2026)Pasar keuangan global membuka bulan Mei dengan pergerakan yang dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara ketegangan geopolitik, ekspektasi kebijakan moneter, dan sentimen investor yang terus berubah.
Detail Bank Sentral Kembali Memimpin (05.01.2026)Pasar global tetap bergejolak karena ketegangan geopolitik dan sinyal ekonomi yang beragam membentuk sentimen investor.
Bergabunglah dengan Channel Telegram Kami dan Berlangganan Sinyal Trading Kami secara Gratis!
Bergabunglah dengan Telegram!