
Emas spot mengacu pada harga saat ini di mana emas dapat dibeli atau dijual untuk penyerahan segera. Harga ini ditentukan oleh kondisi pasar langsung dan mencerminkan penawaran dan permintaan emas saat ini.
Emas sering digunakan sebagai lindung nilai terhadap inflasi karena nilainya cenderung naik ketika biaya hidup meningkat. Investor membeli emas selama periode inflasi untuk melindungi daya beli mereka, yang dapat menyebabkan harga emas lebih tinggi.
Harga emas dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk permintaan dan penawaran pasar, peristiwa geopolitik, tingkat inflasi, dan perubahan nilai mata uang. Contohnya, selama periode inflasi tinggi atau ketidakpastian ekonomi, harga emas sering kali naik karena investor mencari aset safe haven. Sebaliknya, saat ekonomi stabil, harga emas dapat turun karena investor beralih ke aset berisiko seperti saham.
Harga emas cenderung naik ketika ketidakpastian ekonomi, kekhawatiran inflasi, dan ketegangan geopolitik mendorong investor menuju aset aman. Secara historis, harga emas naik dari sekitar $700 per ons pada 2008 menjadi lebih dari $1.900 pada 2011 seiring dengan meluasnya krisis keuangan. Harga emas juga melonjak tajam selama pandemi COVID-19, mencapai lebih dari $2.000 per ons pada 2020 saat pasar mengalami ketegangan.
Kenaikan terbaru sangat signifikan. Setelah berfluktuasi di sekitar $2.600–$2.700 pada akhir 2024, harga emas melonjak pada 2025, menembus $3.000 pada awal tahun dan mencapai di atas $4.400 per ons pada akhir tahun. Harga spot bahkan mendekati area $4.500+ pada awal 2026, mencerminkan permintaan yang terus berlanjut terhadap aset safe-haven.
Faktor pendorong pada 2024–2025 termasuk tekanan inflasi yang persisten dan ekspektasi pemotongan suku bunga oleh bank sentral utama, yang mengurangi biaya oportunitas dari kepemilikan emas yang tidak menghasilkan imbal hasil. Pembelian emas oleh bank sentral juga tetap kuat, dengan banyak negara memperluas cadangan sebagai lindung nilai terhadap volatilitas mata uang.
Geopolitik tetap menjadi faktor penting. Ketegangan yang berlanjut seputar perang Rusia-Ukraina dan konflik di Timur Tengah telah menjaga premi risiko tetap tinggi, mendorong investor menuju emas sebagai penyimpan nilai. Bersama dengan ketidakpastian makroekonomi tentang pertumbuhan dan utang, kombinasi ini membantu mempertahankan reli emas hingga 2025.
Volatilitas emas didorong oleh berbagai faktor seperti perubahan kebijakan moneter, peristiwa geopolitik, dan fluktuasi nilai dolar AS. Contohnya, saat Federal Reserve mengubah suku bunga, hal ini dapat menyebabkan pergerakan harga emas yang agresif.
Selain itu, ketegangan geopolitik, seperti konflik di negara-negara besar, dapat menyebabkan investor berbondong-bondong membeli emas, sehingga meningkatkan volatilitasnya. Karena emas biasanya dihargai dalam Dolar AS, fluktuasi nilai Dolar dapat memengaruhi harga.
Dolar yang lebih kuat membuat emas menjadi lebih mahal bagi investor asing, sehingga berpotensi mengurangi permintaan dan menurunkan harga, sementara dolar yang lebih lemah dapat berdampak sebaliknya.
Memulai perjalanan trading emas Anda dengan zForex sangatlah mudah:
Emas dapat diinvestasikan dalam berbagai bentuk, termasuk emas fisik (emas batangan dan koin), ETF emas, saham pertambangan emas, dan emas berjangka. Setiap bentuk investasi ini memiliki risiko dan imbal hasil yang berbeda-beda.
Global markets retreated after Trump renewed his push to acquire Greenland and warned of new tariffs on European allies, triggering a broad selloff.
Pasar global menunjukkan kinerja yang beragam seiring meredanya risiko geopolitik.
Detail Kursor Terbatas, Slide Logam (15.01.2025)Pasar global menunjukkan hasil yang beragam seiring meredanya ketegangan geopolitik. Euro berfluktuasi di dekat level terendah satu bulan di $1,165 karena ekspektasi Fed yang hati-hati, sementara para pejabat ECB mengisyaratkan suku bunga akan tetap stabil.
Detail Ketidakpastian Membuat Pasar Tetap Waspada (14.01.2025)Pasar global sedang menghadapi lanskap yang ditandai oleh pergeseran ekspektasi kebijakan The Fed dan meningkatnya ketidakpastian politik.
Detail Euro Melemah karena Inflasi Mencapai Target ECB (01.08.2026)Pasar terfokus pada data klaim pengangguran yang akan datang dan laporan ketenagakerjaan hari Jumat, dengan harapan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tidak berubah dalam waktu dekat sambil tetap memperhitungkan pemotongan suku bunga di akhir tahun ini.
Detail Policy Divergence Shapes Market Moves (07.01.2025)The dollar index held near 98.5 as markets awaited key US labor and services data, with Fed policy expected to stay unchanged despite dovish signals from some officials.
Dolar AS diperdagangkan stabil di dekat 98,4 setelah awal pekan yang bergejolak, karena meredanya kekhawatiran atas Venezuela mengimbangi ketidakpastian seputar prospek kebijakan Federal Reserve.
Detail Markets Firm as Dollar Pressures Persist (01.05.2026)Wall Street futures traded narrowly as investors weighed the US military action in Venezuela and Maduro’s arrest. Muted risk appetite reflects concerns over geopolitical fallout and oil supply, with focus now shifting to Friday’s US jobs report for Fed policy cues.
Pasar global mengakhiri tahun dengan kinerja yang beragam karena euro bertahan di dekat 1,1740 selama perdagangan akhir tahun yang tipis, didukung oleh jeda pemotongan suku bunga ECB dan ekspektasi jalur suku bunga AS yang lebih lunak di bawah potensi perubahan kepemimpinan Fed.
Detail Ekspektasi Kebijakan Mendukung Nilai Tukar (30.12.2025)Pasar global mengalami volatilitas selama liburan karena euro bertahan di dekat $1,18 akibat perbedaan kebijakan ECB-Fed dan poundsterling mencapai level tertinggi tiga bulan di atas $1,35 terhadap dolar yang melemah.
DetailBergabunglah dengan Channel Telegram Kami dan Berlangganan Sinyal Trading Kami secara Gratis!
Bergabunglah dengan Telegram!