Bank of Canada menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 2,50% pada tanggal 28 Oktober, yang menandai kenaikan suku bunga pertama dalam tiga tahun terakhir setelah tujuh kali keputusan untuk mempertahankan suku bunga secara berturut-turut.
Keputusan tersebut sesuai dengan ekspektasi pasar, seiring langkah para pembuat kebijakan dalam merespons tekanan inflasi yang terus berlanjut, terutama akibat tingginya harga energi.
Inflasi tahunan Kanada mencapai 3,1% pada bulan September, sementara tingginya biaya energi terus meningkatkan beban produksi dan transportasi. Sejauh ini, dunia usaha sebagian besar telah menanggung sendiri biaya-biaya tersebut, namun Bank Sentral memperkirakan akan ada lebih banyak kenaikan harga yang berdampak pada konsumen dalam satu tahun ke depan. Para pembuat kebijakan memperingatkan bahwa tekanan harga energi yang berkepanjangan dapat merembet ke seluruh sektor ekonomi, serta mengisyaratkan perlunya kenaikan suku bunga lebih lanjut—meskipun mereka berencana untuk melangkah dengan hati-hati.
Bank memperkirakan inflasi akan mencapai sekitar 3,5% pada akhir tahun 2026 dan rata-rata sebesar 3% pada tahun 2027—angka yang satu poin persentase lebih tinggi daripada prakiraan bulan Juli. Inflasi diproyeksikan kembali ke target 2% pada pertengahan tahun 2028, seiring dengan terus tingginya biaya energi dan meningkatnya beban operasional dunia usaha yang memperpanjang periode harga tinggi.
Perekonomian Kanada menunjukkan kinerja yang lebih baik daripada prakiraan sebelumnya; PDB tumbuh sebesar 3,3% pada kuartal kedua, dengan estimasi pertumbuhan sekitar 2% pada kuartal ketiga.
Bank sentral memproyeksikan pertumbuhan ekonomi sebesar 1% pada tahun 2026 serta 2% pada tahun 2027 dan 2028, yang didorong oleh belanja konsumen, investasi bisnis, dan ekspor. Meski demikian, tarif dari Amerika Serikat berpotensi memperlambat pertumbuhan menjelang akhir tahun, sementara tingkat pengangguran tetap berada di kisaran 6,5%.
Pengetatan moneter lebih lanjut dapat mendukung dolar Kanada, terutama melalui selisih suku bunga dibandingkan dengan negara-negara ekonomi utama lainnya. Di sisi lain, biaya pinjaman yang lebih tinggi dapat membebani pengeluaran rumah tangga serta investasi. Keputusan kebijakan di masa mendatang akan bergantung pada tren inflasi, harga energi, dan aktivitas ekonomi, dengan data yang akan datang memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga tambahan.
Dolar AS menguat setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga di kisaran 3,75%–4,00%, dengan dua suara yang mendukung kebijakan lebih ketat (hawkish) memperkuat ekspektasi akan adanya kenaikan suku bunga lanjutan pada bulan Desember.
Detail Fed Decision and Tech Earnings Drive Markets (10.28.2026)The Fed takes center stage today, with markets pricing a 92.8% chance of holding rates at 3.75–4.00%. Investors will focus on Chair Kevin Warsh’s guidance as persistent inflation and a cooling labor market complicate policy.
DetailBergabunglah dengan Channel Telegram Kami dan Berlangganan Sinyal Trading Kami secara Gratis!
Bergabunglah dengan Telegram!