Pasar tenaga kerja Inggris terus melemah pada bulan Agustus 2026, dengan penurunan pekerjaan payroll selama tujuh bulan berturut-turut. Jumlah karyawan yang menerima gaji turun 26.000 dari bulan Juli menjadi 30,2 juta, menandai penurunan bulanan terbesar sejak November 2025.
Dibandingkan dengan bulan Agustus tahun lalu, jumlah pekerja dalam daftar gaji (payroll employment) berkurang sebanyak 145.000 orang, atau sekitar 0,5%. Namun, tren ketenagakerjaan menunjukkan variasi yang cukup besar di berbagai sektor.
Sektor perdagangan besar dan eceran mencatat penurunan tahunan terbesar dengan hilangnya 76.000 lapangan kerja, sementara sektor layanan administrasi dan pendukung menambah 72.000 pekerja.

Perbedaan antarwilayah juga signifikan. Jumlah pekerja yang terdaftar dalam penggajian turun sekitar 2% di Camden dan City of London, sementara wilayah Causeway Coast and Glens mencatat pertumbuhan sebesar 1,1%.
Meskipun kondisi ketenagakerjaan melemah, upah terus meningkat. Gaji bulanan median naik 3,5% secara tahunan menjadi £2.657. Sektor konstruksi mencatat pertumbuhan upah tertinggi sebesar 5,5%, sementara pendapatan median di sektor pendidikan turun sebesar 0,4%.
Penurunan jumlah pekerja dalam daftar gaji (*payroll employment*) selama tujuh bulan berturut-turut dapat memicu kekhawatiran mengenai prospek pertumbuhan ekonomi dan belanja rumah tangga di Inggris.
Pada saat yang sama, kenaikan upah yang terus berlanjut tetap menjadi faktor relevan bagi inflasi. Kondisi ini menghadapkan Bank of England pada sinyal-sinyal yang saling bertentangan: tekanan upah yang persisten mendorong perlunya sikap hati-hati terkait inflasi, sementara pelemahan sektor ketenagakerjaan dapat membatasi alasan untuk melakukan pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut. Oleh karena itu, perkembangan pasar tenaga kerja akan tetap menjadi faktor penting dalam keputusan suku bunga Bank of England di masa mendatang.
Strong US economic growth and persistent inflation reinforced expectations for another Federal Reserve rate hike in December, keeping precious metals under pressure.
Pertumbuhan AS Berakselerasi di Tengah Inflasi yang Terus BerlanjutData ekonomi AS terkini menunjukkan pertumbuhan yang lebih kuat diiringi dengan inflasi yang masih tinggi, sehingga menciptakan lingkungan kebijakan yang menantang bagi Federal Reserve. Meski aktivitas ekonomi tetap tangguh, tekanan harga mendasar terus melampaui target 2% yang ditetapkan oleh bank sentral tersebut.
Detail Sinyal Hawkish dari The Fed Dorong Penguatan Dolar AS (29/10/2026)Dolar AS menguat setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga di kisaran 3,75%–4,00%, dengan dua suara yang mendukung kebijakan lebih ketat (hawkish) memperkuat ekspektasi akan adanya kenaikan suku bunga lanjutan pada bulan Desember.
DetailBergabunglah dengan Channel Telegram Kami dan Berlangganan Sinyal Trading Kami secara Gratis!
Bergabunglah dengan Telegram!