Pasar tenaga kerja AS menunjukkan tanda-tanda ketahanan karena klaim pengangguran turun secara signifikan dalam laporan terbaru dari Departemen Tenaga Kerja.
Untuk minggu yang berakhir pada tanggal 1 Maret, klaim awal tunjangan pengangguran yang disesuaikan secara musiman menurun menjadi 221.000, menandai penurunan sebesar 21.000 dari angka minggu sebelumnya yang tidak disesuaikan sebesar 242.000. Penurunan ini menunjukkan bahwa PHK tetap rendah meskipun ketidakpastian ekonomi terus berlanjut.
Sementara klaim mingguan mengalami penurunan tajam, rata-rata pergerakan empat minggu naik sedikit sebesar 250 menjadi 224.250, dibandingkan dengan rata-rata minggu sebelumnya yang tidak disesuaikan sebesar 224.000. Rata-rata pergerakan empat minggu memperlancar fluktuasi jangka pendek dan memberikan perspektif yang lebih luas tentang tren pasar tenaga kerja.
Penurunan signifikan dalam klaim pengangguran awal menggarisbawahi kekuatan pasar tenaga kerja yang berkelanjutan, yang menunjukkan bahwa pengusaha tetap ragu untuk mengurangi staf. Sementara hambatan ekonomi terus berlanjut, seperti tekanan inflasi dan risiko geopolitik, data terbaru menunjukkan bahwa kondisi perekrutan tetap stabil.
Seiring dengan perkembangan kondisi ekonomi, pembuat kebijakan dan analis pasar akan memantau dengan cermat laporan pasar tenaga kerja yang akan datang untuk menilai setiap perubahan dalam tren ketenagakerjaan.

Sumber: Departemen Tenaga Kerja AS
Global markets remained focused on shifting Middle East developments and monetary policy expectations, with reports of progress toward a Strait of Hormuz shipping agreement influencing sentiment.
Detail
Data Ketenagakerjaan yang Lemah Menghantam Dolar karena Risiko Hormuz Tetap Ada (10 – 14 Agustus)Pasar global memasuki pekan ini ketika investor menilai kembali prospek Federal Reserve setelah laporan ketenagakerjaan AS yang secara mengejutkan lemah menandakan memburuknya kondisi pasar tenaga kerja lebih lanjut. Indeks Dolar jatuh menuju level terendah dua bulan, sementara emas dan perak mempertahankan kenaikan mingguan yang kuat karena ekspektasi kenaikan suku bunga Fed pada bulan September turun tajam. Pada saat yang sama, ketidakpastian seputar Selat Hormuz terus memengaruhi harga minyak dan ekspektasi inflasi global, dengan Iran dan Oman melaporkan kemajuan menuju kesepakatan transit tetapi belum ada resolusi yang lebih luas yang tercapai.
Detail Data Ketenagakerjaan yang Lemah Mendukung Logam dan Mata Uang (08.10.2026)Pasar global membuka pekan ini dengan dolar berada di bawah tekanan setelah data ketenagakerjaan AS yang secara tak terduga lemah mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada bulan September.
DetailBergabunglah dengan Channel Telegram Kami dan Berlangganan Sinyal Trading Kami secara Gratis!
Bergabunglah dengan Telegram!