Pasar tenaga kerja AS menunjukkan tanda-tanda ketahanan karena klaim pengangguran turun secara signifikan dalam laporan terbaru dari Departemen Tenaga Kerja.
Untuk minggu yang berakhir pada tanggal 1 Maret, klaim awal tunjangan pengangguran yang disesuaikan secara musiman menurun menjadi 221.000, menandai penurunan sebesar 21.000 dari angka minggu sebelumnya yang tidak disesuaikan sebesar 242.000. Penurunan ini menunjukkan bahwa PHK tetap rendah meskipun ketidakpastian ekonomi terus berlanjut.
Sementara klaim mingguan mengalami penurunan tajam, rata-rata pergerakan empat minggu naik sedikit sebesar 250 menjadi 224.250, dibandingkan dengan rata-rata minggu sebelumnya yang tidak disesuaikan sebesar 224.000. Rata-rata pergerakan empat minggu memperlancar fluktuasi jangka pendek dan memberikan perspektif yang lebih luas tentang tren pasar tenaga kerja.
Penurunan signifikan dalam klaim pengangguran awal menggarisbawahi kekuatan pasar tenaga kerja yang berkelanjutan, yang menunjukkan bahwa pengusaha tetap ragu untuk mengurangi staf. Sementara hambatan ekonomi terus berlanjut, seperti tekanan inflasi dan risiko geopolitik, data terbaru menunjukkan bahwa kondisi perekrutan tetap stabil.
Seiring dengan perkembangan kondisi ekonomi, pembuat kebijakan dan analis pasar akan memantau dengan cermat laporan pasar tenaga kerja yang akan datang untuk menilai setiap perubahan dalam tren ketenagakerjaan.

Sumber: Departemen Tenaga Kerja AS
Imbal hasil obligasi 10 tahun Jepang bertahan di dekat level tertinggi sejak 1996 di angka 2,79% setelah pertumbuhan PDB yang lebih kuat dan kenaikan biaya energi memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga BOJ dalam waktu dekat.
Detail Nada Lebih Tenang, Belum Ada Kelegaan (19.05.2026)Suasana yang lebih tenang seputar kemungkinan negosiasi AS-Iran sedikit meredakan tekanan di pasar obligasi dan mata uang, sehingga indeks dolar tetap mendekati 99 dan imbal hasil obligasi pemerintah AS mendekati 4,6%.
Detail
Imbal Hasil Obligasi Melonjak Akibat Tekanan Inflasi (18-22 Mei)Dolar AS naik ke level tertinggi dalam enam minggu, sementara euro, pound, dan yen melemah di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa bank sentral mungkin akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama.
DetailBergabunglah dengan Channel Telegram Kami dan Berlangganan Sinyal Trading Kami secara Gratis!
Bergabunglah dengan Telegram!