Pasar global mengikuti arah negosiasi AS-Iran, dengan harapan adanya terobosan yang dapat meredakan kekhawatiran atas gangguan di Selat Hormuz dan menurunkan harga minyak.
Langkah tersebut memberikan sedikit kelegaan terhadap ekspektasi inflasi.
Gambaran kebijakan tetap beragam. Biaya energi yang lebih tinggi membuat ECB tetap berada di jalur pembatasan, data Inggris yang lebih lemah telah mengurangi ekspektasi pengetatan lebih lanjut oleh BOE, dan ketidakpastian tetap ada mengenai apakah Fed masih akan menaikkan suku bunga sekali lagi.
Saham teknologi menguat, sementara emas dan perak tetap stabil di tengah ketidakpastian yang masih ada. Dalam mata uang, yen mendapat dukungan dari spekulasi intervensi, sementara euro tetap tertekan oleh pertumbuhan yang lemah di seluruh Zona Euro.
| Waktu | Mata Uang | Agenda | Perkiraan | Sebelumnya |
| 15:30 | USD | Indeks Manufaktur Federal Reserve Philadelphia (Mei) | 17.6 | 26.7 |
| 15:30 | USD | Klaim Pengangguran Awal | 210K | 211K |
| 15:30 | USD | PMI Manufaktur Global S&P (Mei) | 53.8 | 54.5 |
| 15:30 | USD | PMI Jasa Global S&P (Mei) | 51.1 | 51.0 |

Euro merosot di bawah 1,16 karena angka pertumbuhan yang lemah dan impor energi yang mahal membebani sentimen di seluruh kawasan. PDB kuartal pertama hanya tumbuh 0,1%, sementara inflasi mencapai level tertinggi sejak 2023, membuat ECB tetap berada di bawah tekanan untuk mempertahankan sikap restriktif.
Dengan survei PMI yang akan segera dirilis, petunjuk selanjutnya untuk euro mungkin berasal dari apakah aktivitas bisnis menunjukkan tanda-tanda stabilisasi atau perlambatan lebih lanjut.
Untuk EUR/USD, resistensi awal terlihat di 1,1660, sementara support terdekat berada di 1,1550.
| R1: 1.1660 | S1: 1.1550 |
| R2: 1.1700 | S2: 1.1500 |
| R3: 1.1750 | S3: 1.1440 |

Harga emas tetap di atas angka $4.500 karena tanda-tanda kemajuan dalam pembicaraan AS-Iran meredakan tekanan di pasar energi. Harga minyak yang lebih rendah membantu meredakan kekhawatiran inflasi, mengurangi urgensi pengetatan moneter lebih lanjut. Meskipun demikian, ketidakpastian seputar langkah Fed selanjutnya membuat pembeli dan penjual tetap berada dalam situasi menunggu dan melihat.
Resistensi pertama terlihat di $4550, dengan support awal di dekat $4400.
| R1: 4550 | S1: 4400 |
| R2: 4580 | S2: 4350 |
| R3: 4650 | S3: 4280 |

Yen menguat melampaui 159 per dolar karena harga minyak yang lebih rendah dan dolar yang lebih lemah meningkatkan permintaan terhadap mata uang Jepang. Optimisme seputar kemungkinan kemajuan antara Washington dan Teheran meningkatkan harapan bahwa gangguan di Selat Hormuz dapat mereda, sementara angka ekspor yang kuat menambah dukungan.
Meskipun terjadi pemulihan, level 160 tetap menjadi perhatian utama karena kemungkinan intervensi resmi.
Resistensi awal berada di 160,00, sedangkan support pertama berada di 158,20.
| R1: 160.00 | S1: 158.20 |
| R2: 161.50 | S2: 157.20 |
| R3: 163.20 | S3: 156.00 |

Sterling diperdagangkan sedikit di bawah 1,34 setelah inflasi melambat menjadi 2,8% pada bulan April, di bawah perkiraan setelah diberlakukannya batasan harga energi baru.
Data pasar tenaga kerja juga menunjukkan kondisi yang lebih lemah, dengan pengangguran meningkat dan pertumbuhan upah melambat. Kombinasi ini mendorong penilaian ulang seberapa jauh Bank of England akan memperketat kebijakan tahun ini.
Dari sudut pandang teknis, resistensi berada di dekat 1,3430, dengan support sekitar 1,3340.
| R1: 1.3430 | S1: 1.3340 |
| R2: 1.3480 | S2: 1.3260 |
| R3: 1.3530 | S3: 1.3200 |

Harga perak bertahan di atas $75 karena sentimen yang membaik seputar hubungan AS-Iran membantu menstabilkan pasar komoditas. Harga minyak yang lebih rendah meredakan kekhawatiran tentang inflasi dan mengurangi tekanan untuk kenaikan suku bunga tambahan, menciptakan latar belakang yang lebih mendukung bagi logam mulia.
Namun, prospeknya tetap terkait erat dengan sinyal-sinyal selanjutnya dari Federal Reserve.
Dari sudut pandang teknis, resistensi berada di dekat $75,70 sementara support berada di sekitar $72,50.
| R1: 75.70 | S1: 72.50 |
| R2: 77.50 | S2: 70.80 |
| R3: 79.00 | S3: 69.00 |
Imbal hasil obligasi 10 tahun Jepang bertahan di dekat level tertinggi sejak 1996 di angka 2,79% setelah pertumbuhan PDB yang lebih kuat dan kenaikan biaya energi memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga BOJ dalam waktu dekat.
Detail Nada Lebih Tenang, Belum Ada Kelegaan (19.05.2026)Suasana yang lebih tenang seputar kemungkinan negosiasi AS-Iran sedikit meredakan tekanan di pasar obligasi dan mata uang, sehingga indeks dolar tetap mendekati 99 dan imbal hasil obligasi pemerintah AS mendekati 4,6%.
DetailBergabunglah dengan Channel Telegram Kami dan Berlangganan Sinyal Trading Kami secara Gratis!
Bergabunglah dengan Telegram!