Pasar minyak global menghadapi pergeseran baru karena OPEC+ bersiap untuk meningkatkan produksi sekali lagi, menandakan pergeseran strategi dari memprioritaskan harga yang lebih tinggi ke memaksimalkan pendapatan melalui produksi yang lebih besar.
OPEC+ mengumumkan bahwa delapan anggota utama, termasuk Arab Saudi, Irak, dan Uni Emirat Arab, akan meningkatkan produksi minyak gabungan sebesar 137.000 barel per hari mulai Oktober.
Keputusan terbaru ini memulai penghentian serangkaian pemotongan kedua dari April 2023 yang awalnya mengurangi produksi sebesar 1,65 juta barel per hari.
Arab Saudi dan produsen utama lainnya telah berhasil meningkatkan produksi secara hati-hati tanpa menyebabkan penurunan harga minyak global yang signifikan. Langkah penyeimbangan ini mencerminkan tujuan mereka untuk mempertahankan pendapatan sekaligus menstabilkan pasar.
Meskipun terjadi peningkatan, OPEC+ belum menetapkan target produksi yang pasti setelah Oktober, dan lebih memilih pendekatan yang fleksibel dan berbasis data untuk merespons perubahan kondisi permintaan dan pasokan.
Para pemimpin OPEC+ tetap fokus pada beberapa tujuan:
Keputusan grup ini menggarisbawahi strategi pragmatis berupa penyesuaian bertahap, yang bertujuan untuk menjaga pendapatan jangka panjang sambil menghadapi ketidakpastian di pasar energi global.
Dolar Melemah Akibat Kekhawatiran Utang di Tengah Kenaikan Imbal Hasil (24 – 28 Agustus)Pasar global mengawali pekan dengan dolar AS yang masih berada di bawah tekanan, seiring beralihnya perhatian investor pada kekhawatiran terkait utang federal dan pengelolaan pasar obligasi pemerintah AS (Treasury). Indeks Dolar bergerak di kisaran 98,8 setelah mengalami penurunan tajam pada pekan sebelumnya, sementara perluasan program pembelian kembali obligasi oleh Departemen Keuangan AS mendorong penurunan imbal hasil obligasi jangka panjang serta nilai tukar dolar. Langkah tersebut memberikan sentimen positif bagi emas, perak, dan mata uang utama, di saat para investor mencermati implikasi jangka panjangnya terhadap biaya pinjaman AS dan kurva imbal hasil.
Detail Kelemahan USD yang Berlanjut Mendorong Kenaikan Imbal Hasil (24/08/2026)Pasar global terus dipengaruhi oleh pelemahan dolar AS yang berkepanjangan, perubahan ekspektasi terhadap bank sentral, serta risiko yang kembali muncul di Timur Tengah.
Detail Dollar Weakens as Falling Yields Lift Markets (08.20.2026)Global markets responded to falling U.S. Treasury yields after expanded government bond buybacks eased long-term borrowing costs and pressured the dollar.
DetailBergabunglah dengan Channel Telegram Kami dan Berlangganan Sinyal Trading Kami secara Gratis!
Bergabunglah dengan Telegram!