Pada bulan Oktober 2024, sektor swasta Inggris mengalami pertumbuhan moderat, meskipun laju ekspansi melambat untuk bulan kedua berturut-turut, mencapai level terendah sejak November 2023.
Pada bulan Oktober 2024, sektor swasta Inggris mengalami pertumbuhan moderat, meskipun laju ekspansi melambat untuk bulan kedua berturut-turut, mencapai level terendah sejak November 2023. Menurut data terkini, ketidakpastian ekonomi memengaruhi keputusan bisnis, dengan klien menunda komitmen mereka. Responden survei menyebut penundaan ini sebagai faktor utama yang berkontribusi terhadap perlambatan.
Angka ketenagakerjaan sangat lemah, karena tingkat kepegawaian di sektor swasta menurun untuk pertama kalinya tahun ini, meningkatkan kekhawatiran tentang stabilitas pasar tenaga kerja. Selain itu, perusahaan sektor swasta mengalami kenaikan tajam dalam harga rata-rata, dengan inflasi mencapai titik tertinggi dalam tiga bulan. Meskipun demikian, tekanan biaya yang dihadapi bisnis telah mereda, dengan kenaikan harga terjadi pada laju paling lambat sejak November 2020.
Indeks Output Komposit PMI Inggris S&P Global Flash, yang melacak kinerja sektor swasta, turun menjadi 51,7 pada bulan Oktober, turun dari 52,6 pada bulan September. Penurunan ini merupakan level terendah dalam 11 bulan, menandakan hanya pertumbuhan yang moderat di sektor tersebut karena tantangan ekonomi terus membebani kepercayaan bisnis.

Source: S&P Global
Dolar Melemah Akibat Kekhawatiran Utang di Tengah Kenaikan Imbal Hasil (24 – 28 Agustus)Pasar global mengawali pekan dengan dolar AS yang masih berada di bawah tekanan, seiring beralihnya perhatian investor pada kekhawatiran terkait utang federal dan pengelolaan pasar obligasi pemerintah AS (Treasury). Indeks Dolar bergerak di kisaran 98,8 setelah mengalami penurunan tajam pada pekan sebelumnya, sementara perluasan program pembelian kembali obligasi oleh Departemen Keuangan AS mendorong penurunan imbal hasil obligasi jangka panjang serta nilai tukar dolar. Langkah tersebut memberikan sentimen positif bagi emas, perak, dan mata uang utama, di saat para investor mencermati implikasi jangka panjangnya terhadap biaya pinjaman AS dan kurva imbal hasil.
Detail Kelemahan USD yang Berlanjut Mendorong Kenaikan Imbal Hasil (24/08/2026)Pasar global terus dipengaruhi oleh pelemahan dolar AS yang berkepanjangan, perubahan ekspektasi terhadap bank sentral, serta risiko yang kembali muncul di Timur Tengah.
Detail Dollar Weakens as Falling Yields Lift Markets (08.20.2026)Global markets responded to falling U.S. Treasury yields after expanded government bond buybacks eased long-term borrowing costs and pressured the dollar.
DetailBergabunglah dengan Channel Telegram Kami dan Berlangganan Sinyal Trading Kami secara Gratis!
Bergabunglah dengan Telegram!