Pasar bergerak dalam kisaran ketat karena ketegangan geopolitik dan data ketenagakerjaan AS yang kuat terus mendukung dolar.
EUR/USD bertahan di dekat 1,1520, dengan potensi kenaikan terbatas karena ekspektasi penurunan suku bunga Fed melemah. Yen Jepang tetap dekat dengan level 160 di bawah tekanan kenaikan biaya energi, sementara poundsterling tetap di dekat level terendah multi-bulan di tengah sentimen risiko yang lemah. Di pasar komoditas, emas dan perak stabil setelah penurunan baru-baru ini, dengan harga berhenti sejenak karena investor menilai meningkatnya risiko di Timur Tengah dan potensi respons kebijakan. Secara keseluruhan, pasar tetap berhati-hati, dengan dolar mempertahankan kekuatannya.
| Waktu | Mata Uang | Agenda | Perkiraan | Sebelumnya |
| 15:30 | USD | Pesanan Barang Tahan Lama (MoM) (Feb) | -1.0% | 0.0% |

Euro stabil di dekat $1,152 selama perdagangan yang tenang karena konflik Iran dan harga minyak yang tinggi membebani sentimen. Data tenaga kerja AS yang kuat semakin meredam ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve, menjaga mata uang tetap berada dalam kisaran terbatas terhadap Dolar yang tangguh.
Untuk EUR/USD, resistensi awal terlihat di 1,1590, sedangkan support terdekat berada di 1,1500.
| R1: 1.1590 | S1: 1.1500 |
| R2: 1.1640 | S2: 1.1440 |
| R3: 1.1700 | S3: 1.1400 |

Harga emas stabil di dekat $4.650 karena pasar mempertimbangkan meningkatnya ancaman geopolitik. Harga menghentikan penurunan setelah Presiden Trump memperingatkan akan adanya serangan terhadap infrastruktur Iran kecuali tuntutannya, termasuk pembukaan kembali Selat Hormuz, dipenuhi.
Resistensi pertama terlihat di $4.720, dengan dukungan awal di dekat $4.580.
| R1: 4720 | S1: 4580 |
| R2: 4860 | S2: 4500 |
| R3: 4970 | S3: 4420 |

Yen berfluktuasi di dekat 160 per dolar, level terlemahnya sejak 2024. Dominasi dolar, melonjaknya biaya energi akibat konflik Iran, dan tekanan tenggat waktu Presiden Trump yang semakin dekat terus membebani mata uang Jepang.
Secara teknis, resistensi berada di dekat 159,90, sementara support kuat di 158,50.
| R1: 159.90 | S1: 158.50 |
| R2: 160.40 | S2: 157.60 |
| R3: 161.00 | S3: 157.20 |

Poundsterling bertahan di sekitar $1,32 karena konflik geopolitik dan melonjaknya biaya energi meredam selera risiko. Data ketenagakerjaan AS yang kuat mendukung Dolar, semakin mengurangi ekspektasi pelonggaran kebijakan Federal Reserve dan menjaga Sterling tetap berada di dekat level terendah baru-baru ini.
Dari sudut pandang teknis, support berada di sekitar 1,3320, dengan resistance di sekitar 1,3170.
| R1: 1.3320 | S1: 1.3170 |
| R2: 1.3430 | S2: 1.3110 |
| R3: 1.3480 | S3: 1.3000 |

Harga perak stabil di $72,50 karena pasar mempertimbangkan meningkatnya risiko geopolitik. Harga sempat terhenti setelah ultimatum Presiden Trump kepada Iran: penuhi tuntutan spesifik, termasuk membuka kembali Selat Hormuz pada Selasa malam, atau hadapi serangan terhadap pembangkit listrik dan jembatan.
Dari sudut pandang teknis, resistensi berada di dekat $74,10 sementara support berada di sekitar $71,50.
| R1: 74.10 | S1: 71.50 |
| R2: 78.50 | S2: 70.00 |
| R3: 80.00 | S3: 68.00 |
Pasar global bergerak hati-hati karena investor menyeimbangkan pendinginan inflasi AS dengan ketidakpastian geopolitik yang terus berlanjut di Timur Tengah.
Detail
Inflasi yang Lebih Rendah Mendukung Kehati-hatian The FedData inflasi AS terbaru memperkuat argumen untuk Federal Reserve yang lebih sabar. Meskipun inflasi tetap di atas target bank sentral, angka-angka terbaru menunjukkan normalisasi bertahap daripada percepatan tekanan harga secara luas.
Detail
Ekonomi Inggris Tumbuh 0,4% dengan Sektor Jasa Memimpin di Kuartal KeduaEkonomi Inggris tumbuh lebih lambat pada kuartal kedua tahun 2026, dengan sektor jasa dan investasi bisnis memberikan sebagian besar dukungan.
DetailBergabunglah dengan Channel Telegram Kami dan Berlangganan Sinyal Trading Kami secara Gratis!
Bergabunglah dengan Telegram!