President Donald Trump announced plans to hike tariffs on South Korean imports to 25%, up from the current 15%. He cited the South Korean legislature’s failure to ratify a trade deal finalized in late 2025 as the primary reason for the increase. The move targets key sectors including automobiles, pharmaceuticals, and lumber.
Despite the news, South Korean equities remained resilient. The benchmark Kospi index rebounded from early losses to hit new record highs, largely supported by intense dip buying. Key highlights from the market reaction include:
Investors appear to be looking past the protectionist rhetoric, focusing instead on strong domestic earnings. However, the 10% rate hike remains a significant hurdle for the economy if finalized.
Jam Perdagangan pada Hari Peringatan di AS (25 Mei 2026)Periksa jadwal libur untuk instrumen yang terpengaruh dan rencanakan perdagangan Anda sesuai dengan itu.
Detail Inflasi Jepang Melambat, Imbal Hasil Naik (22.05.2026)Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang 10 tahun bertahan di dekat 2,78% pada hari Jumat, mendekati level tertinggi dalam tiga dekade, bahkan setelah inflasi yang lebih rendah mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of Japan dalam waktu dekat.
Detail Apakah Guncangan Energi Terburuk Sudah Berakhir? (21.05.2026)Pasar global mengikuti arah negosiasi AS-Iran, dengan harapan adanya terobosan yang dapat meredakan kekhawatiran atas gangguan di Selat Hormuz dan menurunkan harga minyak.
DetailBergabunglah dengan Channel Telegram Kami dan Berlangganan Sinyal Trading Kami secara Gratis!
Bergabunglah dengan Telegram!