President Donald Trump announced plans to hike tariffs on South Korean imports to 25%, up from the current 15%. He cited the South Korean legislature’s failure to ratify a trade deal finalized in late 2025 as the primary reason for the increase. The move targets key sectors including automobiles, pharmaceuticals, and lumber.
Despite the news, South Korean equities remained resilient. The benchmark Kospi index rebounded from early losses to hit new record highs, largely supported by intense dip buying. Key highlights from the market reaction include:
Investors appear to be looking past the protectionist rhetoric, focusing instead on strong domestic earnings. However, the 10% rate hike remains a significant hurdle for the economy if finalized.
Pasar bergeser ke arah sentimen risk-on karena meredanya ketegangan geopolitik dan ketidakpastian seputar kebijakan Federal Reserve menekan dolar AS. EUR/USD naik mendekati 1,18, mencapai level tertinggi dalam beberapa bulan, sementara poundsterling juga menguat ke level tertinggi dalam tujuh minggu.
Detail
Guncangan Harga Minyak dan Inflasi: Penyesuaian Harga di Pasar Global (13 – 17 April)Sentimen global bergeser minggu ini karena pasar menyeimbangkan diplomasi berisiko tinggi di Islamabad dengan krisis pasokan energi yang parah. Meskipun pembicaraan antara pejabat AS dan Iran memberikan secercah harapan yang rapuh, blokade Selat Hormuz yang dipimpin AS, yang dipicu oleh kegagalan negosiasi akhir pekan, menyebabkan harga minyak mentah Brent melonjak 8% menjadi sekitar $103/barel.
Detail Perundingan Iran Gagal dan USD Kembali Menguat (13.04.2026)Pasar berbalik arah secara tajam ke arah penghindaran risiko karena runtuhnya negosiasi AS-Iran dan pengumuman blokade maritim memicu kekhawatiran akan krisis energi yang lebih luas.
DetailBergabunglah dengan Channel Telegram Kami dan Berlangganan Sinyal Trading Kami secara Gratis!
Bergabunglah dengan Telegram!