President Donald Trump announced plans to hike tariffs on South Korean imports to 25%, up from the current 15%. He cited the South Korean legislature’s failure to ratify a trade deal finalized in late 2025 as the primary reason for the increase. The move targets key sectors including automobiles, pharmaceuticals, and lumber.
Despite the news, South Korean equities remained resilient. The benchmark Kospi index rebounded from early losses to hit new record highs, largely supported by intense dip buying. Key highlights from the market reaction include:
Investors appear to be looking past the protectionist rhetoric, focusing instead on strong domestic earnings. However, the 10% rate hike remains a significant hurdle for the economy if finalized.
Kenaikan harga minyak memicu kembali kekhawatiran akan inflasi, sementara ketidakpastian seputar konflik AS-Iran serta gangguan yang terus berlanjut di Selat Hormuz memperkuat ekspektasi akan pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut.
Detail Harga Minyak dan Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed Berikan Tekanan pada Logam (20/10/2026)Harga minyak yang tinggi serta imbal hasil obligasi pemerintah (Treasury) yang meningkat memberikan tekanan pada logam mulia, di tengah ketegangan geopolitik yang terus berlanjut yang memperkuat kekhawatiran akan inflasi dan ekspektasi pengetatan kebijakan lebih lanjut oleh Federal Reserve.
Detail
Waktu Musim Panas Eropa (25 Oktober 2026)Kami ingin menginformasikan mengenai penyesuaian jadwal perdagangan untuk instrumen-instrumen tertentu sehubungan dengan berakhirnya masa *Daylight Saving Time* (DST) di Eropa pada tanggal 25 Oktober 2026.
DetailBergabunglah dengan Channel Telegram Kami dan Berlangganan Sinyal Trading Kami secara Gratis!
Bergabunglah dengan Telegram!