Buka Akun

Keputusan Bank Sentral Menanti di Tengah Risiko Geopolitik (26 – 30 Oktober)

Pasar keuangan mengawali pekan ini dengan sikap hati-hati seiring persiapan para investor dalam menyambut keputusan kebijakan moneter dari Federal Reserve, Bank Sentral Eropa, dan Bank Sentral Jepang. Indeks Dolar melemah ke kisaran 101,6, sementara imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (Treasury) terus turun dari level tertingginya baru-baru ini. Ketiga bank sentral tersebut diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah minggu ini, meskipun inflasi yang persisten dan harga energi yang tinggi tetap memicu ekspektasi akan adanya pengetatan kebijakan lebih lanjut. Perhatian pasar juga tertuju pada data PDB AS, inflasi PCE, serta laporan laba perusahaan teknologi besar untuk mendapatkan sinyal terkini mengenai pertumbuhan ekonomi.

Ketegangan di Timur Tengah terus memengaruhi pasar energi seiring dengan penilaian para investor mengenai kemungkinan kembali terjadinya aksi militer terhadap Iran serta meningkatnya bentrokan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi. Harga minyak mentah Brent tetap tinggi di kisaran $115 meskipun ekspor regional mulai pulih; kondisi ini menambah kekhawatiran akan inflasi dan memberikan tekanan pada logam mulia. Sementara itu, ketidakstabilan politik dan meningkatnya utang publik di Prancis mendorong permintaan terhadap obligasi pemerintah Eropa yang dianggap lebih aman, sedangkan aksi jual saham teknologi secara global turut mendukung penguatan mata uang yen serta obligasi pemerintah Jepang.

Pendorong & Katalis Pasar

  • Keputusan Bank Sentral: The Fed, ECB, dan BOJ diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah minggu ini, sementara pasar mencermati sinyal mengenai pengetatan kebijakan lebih lanjut pada bulan Desember.
  • Ketegangan di Timur Tengah: Kekhawatiran baru terkait kemungkinan serangan terhadap Iran serta meningkatnya bentrokan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi terus menjaga risiko pasokan energi tetap tinggi.
  • Harga Minyak Tetap Tinggi: Minyak mentah jenis Brent diperdagangkan di kisaran $115 per barel, meskipun ekspor minyak mentah dari Timur Tengah telah pulih mendekati tingkat sebelum perang.
  • Kekhawatiran Fiskal Prancis: Ketidakpastian politik dan meningkatnya utang publik mendorong imbal hasil obligasi Prancis ke level tertinggi dalam 24 tahun, sehingga memperlebar selisih imbal hasil (spread) antara obligasi Prancis dan Jerman menjadi sekitar 170 basis poin.
  • Volatilitas Sektor AI: Aksi jual global pada saham-saham sektor teknologi dan kecerdasan buatan (AI) meningkatkan permintaan terhadap obligasi pemerintah serta mata uang yang dianggap sebagai aset aman (safe-haven).
  • Prospek Ekonomi AS: Para investor menantikan data PDB kuartal ketiga, inflasi PCE, serta laporan laba dari Amazon, Alphabet, dan Microsoft untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai kondisi ekonomi.

Pendapatan Tetap

  • Imbal Hasil Surat Utang Pemerintah AS (Treasury) Tenor 10 Tahun: Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun turun ke sekitar 4,97% pada tanggal 26 Oktober, melemah 3 basis poin dibandingkan sesi sebelumnya. Acuan ini telah turun sekitar 28 basis poin dalam sebulan terakhir, meskipun masih 99 basis poin lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Saat ini, para investor tengah mencermati keputusan Federal Reserve serta rilis data ekonomi mendatang untuk mendapatkan arah kebijakan selanjutnya.
  • Imbal Hasil Surat Utang Pemerintah Inggris (Gilt) Tenor 10 Tahun: Imbal hasil obligasi pemerintah Inggris (gilt) tenor 10 tahun bertahan di kisaran 5,33% seiring dengan penilaian investor terhadap data ekonomi yang beragam menjelang pengumuman anggaran pemerintah. Angka PMI yang kuat tampak kontras dengan lemahnya data penjualan ritel dan kepercayaan konsumen, sementara inflasi yang lebih tinggi memperkuat ekspektasi akan setidaknya tiga kali kenaikan suku bunga oleh Bank of England (BoE) hingga April 2027. Kekhawatiran seputar utang dan ketidakstabilan politik di Prancis turut mendorong permintaan terhadap aset-aset Inggris, sehingga menjaga pasar obligasi pemerintah Inggris tetap relatif stabil.
  • Imbal Hasil Surat Utang Pemerintah Jepang Tenor 10 Tahun: Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun turun lebih dari 10 basis poin ke level sekitar 2,76%, yang merupakan posisi terendah sejak awal Agustus. Aksi jual pada saham-saham sektor teknologi dan kecerdasan buatan (AI) secara global meningkatkan permintaan terhadap obligasi pemerintah Jepang sebagai aset aman (safe-haven). Inflasi bulan September meningkat menjadi 2,1%, yang memperkuat ekspektasi akan pengetatan kebijakan lebih lanjut oleh Bank of Japan (BOJ), meskipun suku bunga diperkirakan belum akan berubah minggu ini—dengan kemungkinan kenaikan pada bulan Desember.
  • Imbal Hasil Surat Utang Pemerintah Jerman (Bund) Tenor 10 Tahun: Imbal hasil obligasi pemerintah Jerman (Bund) tenor 10 tahun melandai ke arah 3,34%, level terendah sejak 31 Agustus, seiring dengan meningkatnya permintaan terhadap obligasi Jerman akibat kekhawatiran fiskal dan politik di Prancis. Pertumbuhan sektor swasta di zona euro melambat ke level terendah dalam empat bulan pada Oktober, sementara selisih imbal hasil (yield spread) antara obligasi Prancis dan Jerman melebar hingga sekitar 170 basis poin. Para investor kini menantikan keputusan Bank Sentral Eropa (ECB) serta data inflasi mendatang sebagai acuan lebih lanjut.

Komoditas

Emas diperdagangkan di bawah $4.000 per ons, bertahan di dekat level terendahnya dalam lebih dari tiga bulan, seiring dengan tingginya harga energi dan ekspektasi pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut yang memberikan tekanan pada logam mulia ini. Ketegangan di Timur Tengah terus memicu kekhawatiran akan inflasi, sementara para investor bersiap menantikan keputusan kebijakan dari The Fed, ECB, dan BOJ. Ketiga bank sentral tersebut diperkirakan tidak akan mengubah suku bunga mereka minggu ini.

Perak tetap berada di bawah $54 per ons, diperdagangkan mendekati level terendah dalam sebelas bulan, karena kekhawatiran inflasi yang terus berlanjut serta ekspektasi akan kebijakan moneter yang lebih ketat turut menekan harga logam mulia. Tingginya harga energi terus memperkuat alasan untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut, meskipun The Fed, ECB, dan BOJ diperkirakan akan tetap mempertahankan kebijakan mereka saat ini pada minggu ini.

Mata Uang

  • Indeks Dolar AS (DXY): Indeks Dolar melemah ke arah 101,6, melanjutkan penurunan baru-baru ini menjelang keputusan kebijakan Federal Reserve. Pasar memperkirakan suku bunga akan tetap tidak berubah minggu ini, dengan kemungkinan kenaikan tambahan pada bulan Desember. Para investor juga mencermati data inflasi PCE AS, PDB kuartal ketiga, serta laporan laba dari perusahaan-perusahaan teknologi besar untuk mencari tanda-tanda lebih lanjut mengenai pertumbuhan ekonomi yang didorong oleh kecerdasan buatan (AI).
  • Euro: Euro turun mendekati $1,12, tetap berada di dekat level terendah dalam beberapa bulan setelah data PMI yang lemah menunjukkan perlambatan pertumbuhan sektor swasta di Zona Euro ke level terendah dalam empat bulan. Ketidakstabilan politik di Prancis, meningkatnya utang publik, dan imbal hasil obligasi yang mencapai level tertinggi dalam 24 tahun terus membebani sentimen pasar. Perhatian kini tertuju pada pertemuan ECB dan data inflasi mendatang.
  • Poundsterling Inggris: Poundsterling diperdagangkan tepat di bawah $1,34, mendekati level tertinggi dalam satu bulan, seiring para investor mengevaluasi data ekonomi Inggris yang beragam menjelang pengumuman anggaran pemerintah dan pertemuan Bank of England pada 5 November. Data PMI yang kuat kontras dengan angka penjualan ritel dan kepercayaan konsumen yang lebih lemah, sementara inflasi yang tinggi mendukung ekspektasi akan setidaknya tiga kali kenaikan suku bunga hingga April 2027.
  • Yen Jepang: Yen diperdagangkan di kisaran 156,7 per dolar, mendekati level tertinggi dalam lima minggu, seiring persiapan investor menghadapi keputusan kebijakan Bank of Japan (BOJ). Inflasi Jepang meningkat menjadi 2,1% pada bulan September—level tertinggi dalam sembilan bulan—yang memperkuat ekspektasi akan adanya kenaikan suku bunga lanjutan pada bulan Desember. Permintaan terhadap safe-haven, menyusul aksi jual saham teknologi secara global, turut memberikan dukungan bagi mata uang ini.

Sorotan Data Ekonomi

  • Inflasi Jepang: Inflasi tahunan meningkat menjadi 2,1% pada bulan September dari 1,9%, mencapai tingkat tertinggi sejak Desember 2025. Pertumbuhan harga mengalami percepatan pada sektor transportasi, barang rumah tangga, dan rekreasi, sementara inflasi pangan melambat ke tingkat terendah sejak Februari 2022. Inflasi inti juga mencapai 2,1%, melampaui target 2% yang ditetapkan oleh Bank of Japan (BOJ) untuk pertama kalinya dalam sembilan bulan.
  • PDB Tiongkok Kuartal III: Ekonomi Tiongkok tumbuh 4,5% secara tahunan (year-on-year), meningkat dari 4,3% pada kuartal II dan melampaui ekspektasi sebesar 4,4%. Pertumbuhan ini didorong oleh pelonggaran kebijakan serta ekspor komponen kecerdasan buatan (AI), produk berteknologi tinggi, dan kendaraan listrik. Selama sembilan bulan pertama, pertumbuhan ekonomi mencapai 4,6%, yang berada dalam kisaran target pemerintah sebesar 4,5%–5,0%.
  • Tingkat Pengangguran Inggris: Tingkat pengangguran turun menjadi 4,7% dalam tiga bulan hingga Agustus, lebih rendah dari ekspektasi sebesar 4,9% dan merupakan level terendah sejak Juli 2025. Jumlah pengangguran berkurang 47.000 menjadi 1,712 juta, sementara jumlah penduduk yang bekerja meningkat 102.000 menjadi 34,577 juta. Tingkat partisipasi kerja naik menjadi 75,3%, dan tingkat ketidakaktifan ekonomi melandai ke angka 20,9%.
  • Neraca Perdagangan Jepang: Defisit perdagangan Jepang melebar menjadi JPY 536,6 miliar pada bulan September, dibandingkan dengan JPY 577,7 miliar pada tahun sebelumnya dan ekspektasi sebesar JPY 181,0 miliar. Impor meningkat 18,9% secara tahunan, termasuk lonjakan 51,1% dalam pembelian minyak mentah, sementara ekspor naik 16,7% yang didorong oleh permintaan akan semikonduktor yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI).

Sorotan Kalender Makro

  • Selasa, 27 Oktober: Pesanan Barang Tahan Lama AS, Kepercayaan Konsumen, dan Penjualan Rumah Baru.
  • Rabu, 28 Oktober: Keputusan Suku Bunga Federal Reserve, Pernyataan FOMC, dan Konferensi Pers The Fed.
  • Kamis, 29 Oktober: Keputusan Suku Bunga ECB, PDB AS Kuartal III, Klaim Pengangguran Awal, dan Penjualan Rumah yang Tertunda (Pending Home Sales).
  • Jumat, 30 Oktober: Keputusan Suku Bunga Bank of Japan, Indeks Harga PCE AS, Indeks Harga PCE Inti, Pendapatan Pribadi, Pengeluaran Pribadi, dan IHK (CPI) Awal Zona Euro.
Jadilah anggota komunitas kami!

Bergabunglah dengan Channel Telegram Kami dan Berlangganan Sinyal Trading Kami secara Gratis!

Bergabunglah dengan Telegram!