Lonjakan Inflasi AS Dorong Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga di Tengah Melonjaknya Harga Minyak (14 – 18 September)
Pekan ini dibuka dengan fokus pasar tertuju pada keputusan Federal Reserve hari Rabu, menyusul data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan yang memperkuat ekspektasi akan adanya kenaikan suku bunga lanjutan. Angka CPI bulan Agustus tetap berada di level 3,4% secara tahunan (*year-on-year*), namun kenaikan bulanan meningkat menjadi 0,4%—laju tercepat dalam tiga bulan terakhir—di saat harga di tingkat produsen juga mengalami kenaikan. Saat ini, pasar memperkirakan adanya peluang sekitar 86% bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin; sentimen ini turut menopang nilai tukar dolar dan mendorong kenaikan imbal hasil obligasi Treasury.
Pasar energi menghadapi tambahan risiko inflasi setelah serangan pesawat nirawak (drone) mendorong Arab Saudi untuk menghentikan operasional pipa Timur-Barat—sebuah jalur alternatif utama selain Selat Hormuz yang memiliki kapasitas sekitar 7 juta barel per hari. Harga minyak Brent melonjak mendekati level $108 seiring ditundanya pembicaraan mengenai koridor pelayaran sementara di Selat Hormuz. Sementara itu, Bank Sentral Eropa (ECB) menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin sesuai perkiraan, sedangkan inflasi tingkat produsen yang lebih tinggi di Jepang memperkuat ekspektasi akan langkah pengetatan kebijakan lebih lanjut oleh Bank of Japan (BOJ).
Faktor Pendorong & Katalis Pasar
- Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed Melonjak: Pasar memperhitungkan probabilitas sekitar 86% untuk kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada hari Rabu, menyusul data CPI bulanan yang lebih tinggi dari perkiraan dan percepatan inflasi tingkat produsen.
- Penutupan Pipa Saudi: Arab Saudi menghentikan operasional pipa Timur-Barat berkapasitas 7 juta barel per hari akibat serangan pesawat nirawak (drone), yang mendorong harga minyak Brent mendekati level tertinggi dalam empat bulan.
- ECB Menaikkan Suku Bunga: ECB menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, sehingga suku bunga deposito menjadi 2,50%, suku bunga pembiayaan kembali utama menjadi 2,65%, dan suku bunga pinjaman marjinal menjadi 2,90%.
- Pembicaraan Selat Hormuz Ditunda: Negosiasi antara Iran dan negara-negara Teluk mengenai koridor pelayaran sementara melalui Selat Hormuz ditunda.
- Ekspektasi Pengetatan Kebijakan BOJ: Inflasi tingkat produsen Jepang meningkat menjadi 7,6%, memperkuat ekspektasi bahwa BOJ dapat menaikkan suku bunga bulan ini.
Pendapatan Tetap
- Imbal Hasil Surat Utang (Treasury Note) AS Tenor 10 Tahun: Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun naik ke kisaran 4,97%, mendekati level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, seiring data inflasi yang lebih tinggi memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Angka CPI bulan Agustus tetap di level 3,4% secara tahunan dan naik 0,4% secara bulanan, sementara harga di tingkat produsen mengalami percepatan. Pasar kini memperhitungkan probabilitas sekitar 86% untuk kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada hari Rabu. Kenaikan harga minyak turut menambah tekanan inflasi.
- Imbal Hasil Obligasi Inggris Tenor 10 Tahun: Imbal hasil obligasi pemerintah Inggris (gilt) tenor 10 tahun tetap berada di dekat level tertinggi dalam beberapa dekade terakhir, karena kekhawatiran inflasi yang persisten, risiko fiskal, dan imbal hasil global yang lebih tinggi terus menekan pasar obligasi. Kenaikan harga minyak menambah tekanan pada prospek inflasi Inggris, sementara pasar terus memperhitungkan langkah pengetatan kebijakan lebih lanjut oleh Bank of England.
- Imbal Hasil Obligasi Pemerintah Jepang Tenor 10 Tahun: Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun mendekati level 2,99% seiring menguatnya ekspektasi pengetatan kebijakan lebih lanjut oleh BOJ. Inflasi tingkat produsen meningkat menjadi 7,6% pada bulan Agustus, sementara kenaikan harga minyak meningkatkan kekhawatiran akan inflasi impor. Imbal hasil global yang lebih tinggi turut memberikan tekanan kenaikan.
- Imbal Hasil Obligasi Pemerintah Jerman (Bund) Tenor 10 Tahun: Imbal hasil Bund Jerman tenor 10 tahun naik menuju level 3,50% setelah ECB menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Suku bunga deposito mencapai 2,50% dan suku bunga pembiayaan kembali utama (main refinancing rate) mencapai 2,65%, sementara Presiden Christine Lagarde mempertahankan sikap kebijakan yang ketat (*hawkish*). Kenaikan harga minyak dan imbal hasil global yang lebih tinggi juga turut mendorong pergerakan tersebut.
Komoditas
Harga emas tetap berada di bawah tekanan di kisaran $4.300–$4.334 per ons setelah mengalami penurunan selama tiga minggu berturut-turut. Kenaikan harga minyak dan ekspektasi kebijakan The Fed yang lebih ketat membebani pergerakan harga logam mulia ini, seiring pasar memperhitungkan probabilitas sebesar 86% untuk kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin. Level resistensi pertama terlihat di angka $4.350, sementara level support awal berada di sekitar $4.260.
Harga perak turun mendekati $64 per ons, mencatatkan penurunan lebih dari 3% sepanjang minggu akibat tekanan dari penguatan dolar dan ekspektasi kenaikan suku bunga. Data inflasi AS yang lebih tinggi serta probabilitas sekitar 86% akan adanya kenaikan suku bunga The Fed pada bulan September turut meningkatkan tekanan terhadap logam mulia yang sensitif terhadap perubahan suku bunga.
Mata Uang
- Indeks Dolar AS (DXY): Dolar tetap kokoh menjelang keputusan The Fed pada hari Rabu karena data inflasi AS yang lebih tinggi memperkuat ekspektasi akan adanya kenaikan suku bunga lanjutan. CPI bulan Agustus tetap di angka 3,4% secara tahunan (*year-on-year*), sementara angka bulanan meningkat menjadi 0,4%, kenaikan terkuat dalam tiga bulan terakhir. Pasar kini memperkirakan peluang sekitar 86% untuk kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin.
- Euro: Euro turun ke bawah level $1,16 menuju kisaran 1,1585, tetap berada dalam rentang pergerakan sekitar 100 pip selama tiga minggu berturut-turut. ECB menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin sesuai perkiraan, sementara pernyataan Lagarde setelahnya tetap bernada *hawkish*. Level resistensi berada di 1,1640, sedangkan level *support* awal berada di sekitar 1,1560.
- Pound Inggris: Sterling diperdagangkan di sekitar $1,3515, melemah seiring menguatnya dolar menjelang keputusan The Fed. Imbal hasil obligasi Inggris tetap mendekati level tertinggi dalam beberapa dekade di tengah inflasi yang persisten dan kekhawatiran fiskal, sementara pasar terus memperkirakan pengetatan kebijakan lebih lanjut oleh BoE. Kenaikan biaya energi menambah risiko inflasi yang dihadapi Inggris.
- Yen Jepang: Yen melemah melampaui level 154 per dolar, turun dari level tertinggi dalam hampir tujuh bulan karena data inflasi produsen AS yang lebih kuat mendukung dolar. Harga produsen Jepang naik 7,6% pada bulan Agustus, memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga BOJ, sementara harga minyak yang lebih tinggi menambah risiko inflasi impor. Level resistensi berada di 155,00, dengan *support* di sekitar 153,80.
Sorotan Data Ekonomi
- Inflasi AS: CPI tahunan tetap stabil di angka 3,4% pada bulan Agustus, sesuai dengan perkiraan. Inflasi bulanan meningkat menjadi 0,4%—kenaikan tertinggi dalam tiga bulan—yang memperkuat ekspektasi akan sikap kebijakan yang lebih *hawkish* dari The Fed.
- Kebijakan Moneter ECB: ECB menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, sehingga suku bunga *main refinancing* menjadi 2,65%, fasilitas pinjaman marjinal menjadi 2,90%, dan suku bunga deposito menjadi 2,50%. Lagarde mempertahankan sikap *hawkish* setelah keputusan tersebut.
- Inflasi Tiongkok: Inflasi konsumen tahunan meningkat menjadi 0,8% dari 0,5%, sesuai dengan prakiraan. Inflasi produsen naik menjadi 3,8% dari 3,5%—sedikit di atas ekspektasi sebesar 3,7%—yang sebagian mencerminkan tingginya biaya energi.
- Harga Produsen Jepang: Inflasi produsen meningkat menjadi 7,6% pada bulan Agustus, memperkuat ekspektasi bahwa Bank of Japan dapat menaikkan suku bunga bulan ini seiring dengan kenaikan harga minyak yang menambah risiko inflasi domestik.
Sorotan Kalender Makro
- Selasa, 15 September: Penjualan Ritel dan Produksi Industri AS.
- Rabu, 16 September: Keputusan Suku Bunga Federal Reserve, Proyeksi Ekonomi FOMC, dan Konferensi Pers The Fed.
- Kamis, 17 September: Keputusan Suku Bunga Bank of England, Klaim Tunjangan Pengangguran Awal AS, dan Indeks Manufaktur The Fed Philadelphia.
- Jumat, 18 September: Keputusan Suku Bunga Bank of Japan dan IHK Nasional Jepang.