Bank Sentral Jepang mempertahankan suku bunga kebijakannya tidak berubah di angka 1,0% pada bulan Juli, sebuah keputusan yang sudah banyak diperkirakan setelah kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Juni.
Meskipun para pembuat kebijakan memilih untuk menunda, pertemuan tersebut menunjukkan bahwa perdebatan mengenai pengetatan lebih lanjut masih jauh dari selesai.
Keputusan tersebut disahkan dengan suara 8-1, dengan anggota dewan Hajime Takata menyerukan kenaikan lagi menjadi 1,25%. Penentangannya menekankan kekhawatiran yang berkelanjutan bahwa tekanan inflasi dapat terbukti lebih persisten daripada yang diperkirakan.
Bank Sentral Jepang (BoJ) mengatakan inflasi inti masih berpotensi melampaui target 2% dan akan terus memantau pergerakan yen, permintaan global, dan investasi berbasis AI untuk melihat tanda-tanda tekanan harga yang lebih kuat.
Bank sentral menurunkan perkiraan inflasi tahun fiskal 2026 menjadi 2,5% dari 2,8%, sebagian mencerminkan dukungan pemerintah untuk biaya energi rumah tangga, sementara sedikit menaikkan perkiraan pertumbuhan tahun fiskal 2026 menjadi 0,6%.
Melihat lebih jauh ke depan, BoJ menaikkan perkiraan inflasi dan pertumbuhan tahun fiskal 2027, memperkuat ekspektasi bahwa kenaikan suku bunga tambahan masih mungkin terjadi. Laju pengetatan di masa mendatang akan bergantung pada pertumbuhan upah, permintaan domestik, dan pergerakan yen.
Global markets traded cautiously ahead of the U.S. Nonfarm Payrolls report, with recent weak labor data keeping pressure on the dollar and lowering expectations for a September Federal Reserve rate hike.
Detail
PHK di AS Turun ke Level Terendah dalam Dua TahunPerusahaan-perusahaan di AS mengumumkan pemutusan hubungan kerja sebanyak 33.429 kali pada bulan Juli, jumlah bulanan terendah dalam dua tahun terakhir. Pemutusan hubungan kerja turun 27% dari bulan Juni dan 46% lebih rendah dibandingkan Juli 2025, menunjukkan ketahanan yang berkelanjutan di pasar tenaga kerja meskipun terjadi perubahan struktural yang sedang berlangsung.
Detail Keseimbangan Pasar dan Selera Risiko (08.05.2026)Pasar global diperdagangkan dengan nada waspada yang mengarah pada pengambilan risiko karena meredanya ketegangan geopolitik dan harga minyak yang lebih rendah meningkatkan sentimen investor.
DetailBergabunglah dengan Channel Telegram Kami dan Berlangganan Sinyal Trading Kami secara Gratis!
Bergabunglah dengan Telegram!