Jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran turun menjadi 213.000 untuk pekan yang berakhir pada 8 Februari, mencerminkan penurunan 7.000 dari angka revisi minggu sebelumnya sebesar 220.000, menurut data dari Departemen Tenaga Kerja AS. Estimasi minggu sebelumnya direvisi naik 1.000 dari 219.000 menjadi 220.000.
Rata-rata pergerakan empat minggu, yang memperhalus volatilitas jangka pendek, turun 1.000 menjadi 216.000, turun dari rata-rata revisi minggu sebelumnya sebesar 217.000. Tren penurunan yang terus berlanjut ini mengindikasikan ketahanan di pasar tenaga kerja, meskipun ada ketidakpastian ekonomi.
Untuk minggu yang berakhir 1 Februari, tingkat pengangguran yang diasuransikan tetap tidak berubah di 1,2%, menunjukkan bahwa pengangguran jangka panjang tetap terkendali. Jumlah total pengangguran yang diasuransikan turun menjadi 1.850.000, turun 36.000 dari minggu sebelumnya yang mencapai 1.886.000.
Rata-rata pergerakan empat minggu dari pengangguran yang diasuransikan juga turun tipis, turun 750 menjadi 1.871.500, turun dari 1.872.250 di minggu sebelumnya. Angka-angka ini menunjukkan bahwa meskipun PHK masih terus berlanjut, para pekerja yang dirumahkan mendapatkan pekerjaan baru dengan relatif cepat.
Terus menurunnya klaim pengangguran menunjukkan pasar tenaga kerja yang tetap kuat, bahkan ketika ekonomi yang lebih luas menghadapi tantangan seperti ketidakpastian suku bunga dan melambatnya pertumbuhan di beberapa sektor. Dengan aktivitas perekrutan yang masih stabil dan tingkat pengangguran yang tidak banyak berubah, data terbaru menunjukkan bahwa para pemberi kerja mempertahankan optimisme yang tinggi tentang retensi tenaga kerja dalam beberapa bulan mendatang.

Sumber: Departemen Tenaga Kerja A.S.
Dolar Melemah Akibat Kekhawatiran Utang di Tengah Kenaikan Imbal Hasil (24 – 28 Agustus)Pasar global mengawali pekan dengan dolar AS yang masih berada di bawah tekanan, seiring beralihnya perhatian investor pada kekhawatiran terkait utang federal dan pengelolaan pasar obligasi pemerintah AS (Treasury). Indeks Dolar bergerak di kisaran 98,8 setelah mengalami penurunan tajam pada pekan sebelumnya, sementara perluasan program pembelian kembali obligasi oleh Departemen Keuangan AS mendorong penurunan imbal hasil obligasi jangka panjang serta nilai tukar dolar. Langkah tersebut memberikan sentimen positif bagi emas, perak, dan mata uang utama, di saat para investor mencermati implikasi jangka panjangnya terhadap biaya pinjaman AS dan kurva imbal hasil.
Detail Kelemahan USD yang Berlanjut Mendorong Kenaikan Imbal Hasil (24/08/2026)Pasar global terus dipengaruhi oleh pelemahan dolar AS yang berkepanjangan, perubahan ekspektasi terhadap bank sentral, serta risiko yang kembali muncul di Timur Tengah.
Detail Dollar Weakens as Falling Yields Lift Markets (08.20.2026)Global markets responded to falling U.S. Treasury yields after expanded government bond buybacks eased long-term borrowing costs and pressured the dollar.
DetailBergabunglah dengan Channel Telegram Kami dan Berlangganan Sinyal Trading Kami secara Gratis!
Bergabunglah dengan Telegram!