Untuk minggu yang berakhir pada tanggal 18 Januari, klaim pengangguran awal yang disesuaikan secara musiman berjumlah 223.000, mencerminkan peningkatan sebesar 6.000 dari angka minggu sebelumnya yang tidak direvisi sebesar 217.000.
Rata-rata pergerakan 4 minggu dari klaim awal naik sedikit sebesar 750, mencapai 213.500 dibandingkan dengan rata-rata minggu sebelumnya sebesar 212.750.
Tingkat pengangguran tertanggung yang disesuaikan secara musiman untuk minggu yang berakhir pada 11 Januari tetap stabil di angka 1,2%, tidak berubah dari tingkat yang tidak direvisi minggu sebelumnya. Namun, jumlah pengangguran tertanggung meningkat sebesar 46.000 menjadi 1.899.000, menandai level tertinggi sejak November 2021, saat jumlahnya mencapai 1.974.000. Angka pengangguran tertanggung minggu sebelumnya direvisi turun sebesar 6.000, dari 1.859.000 menjadi 1.853.000.
Rata-rata pergerakan 4 minggu untuk pengangguran yang diasuransikan meningkat sebesar 500, naik menjadi 1.865.750. Ini sedikit lebih tinggi dari rata-rata minggu sebelumnya yang direvisi sebesar 1.865.250, yang telah direvisi turun sebesar 1.500 dari perkiraan awal sebesar 1.866.750.
Data terbaru menyoroti kenaikan kecil dalam klaim pengangguran dan tingkat pengangguran yang diasuransikan, yang menandakan potensi pendinginan di pasar tenaga kerja.

Sumber:U.S. Department of Labor
Global markets remained focused on shifting Middle East developments and monetary policy expectations, with reports of progress toward a Strait of Hormuz shipping agreement influencing sentiment.
Detail
Data Ketenagakerjaan yang Lemah Menghantam Dolar karena Risiko Hormuz Tetap Ada (10 – 14 Agustus)Pasar global memasuki pekan ini ketika investor menilai kembali prospek Federal Reserve setelah laporan ketenagakerjaan AS yang secara mengejutkan lemah menandakan memburuknya kondisi pasar tenaga kerja lebih lanjut. Indeks Dolar jatuh menuju level terendah dua bulan, sementara emas dan perak mempertahankan kenaikan mingguan yang kuat karena ekspektasi kenaikan suku bunga Fed pada bulan September turun tajam. Pada saat yang sama, ketidakpastian seputar Selat Hormuz terus memengaruhi harga minyak dan ekspektasi inflasi global, dengan Iran dan Oman melaporkan kemajuan menuju kesepakatan transit tetapi belum ada resolusi yang lebih luas yang tercapai.
Detail Data Ketenagakerjaan yang Lemah Mendukung Logam dan Mata Uang (08.10.2026)Pasar global membuka pekan ini dengan dolar berada di bawah tekanan setelah data ketenagakerjaan AS yang secara tak terduga lemah mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada bulan September.
DetailBergabunglah dengan Channel Telegram Kami dan Berlangganan Sinyal Trading Kami secara Gratis!
Bergabunglah dengan Telegram!