Untuk minggu yang berakhir pada tanggal 18 Januari, klaim pengangguran awal yang disesuaikan secara musiman berjumlah 223.000, mencerminkan peningkatan sebesar 6.000 dari angka minggu sebelumnya yang tidak direvisi sebesar 217.000.
Rata-rata pergerakan 4 minggu dari klaim awal naik sedikit sebesar 750, mencapai 213.500 dibandingkan dengan rata-rata minggu sebelumnya sebesar 212.750.
Tingkat pengangguran tertanggung yang disesuaikan secara musiman untuk minggu yang berakhir pada 11 Januari tetap stabil di angka 1,2%, tidak berubah dari tingkat yang tidak direvisi minggu sebelumnya. Namun, jumlah pengangguran tertanggung meningkat sebesar 46.000 menjadi 1.899.000, menandai level tertinggi sejak November 2021, saat jumlahnya mencapai 1.974.000. Angka pengangguran tertanggung minggu sebelumnya direvisi turun sebesar 6.000, dari 1.859.000 menjadi 1.853.000.
Rata-rata pergerakan 4 minggu untuk pengangguran yang diasuransikan meningkat sebesar 500, naik menjadi 1.865.750. Ini sedikit lebih tinggi dari rata-rata minggu sebelumnya yang direvisi sebesar 1.865.250, yang telah direvisi turun sebesar 1.500 dari perkiraan awal sebesar 1.866.750.
Data terbaru menyoroti kenaikan kecil dalam klaim pengangguran dan tingkat pengangguran yang diasuransikan, yang menandakan potensi pendinginan di pasar tenaga kerja.

Sumber:U.S. Department of Labor
Dolar Melemah Akibat Kekhawatiran Utang di Tengah Kenaikan Imbal Hasil (24 – 28 Agustus)Pasar global mengawali pekan dengan dolar AS yang masih berada di bawah tekanan, seiring beralihnya perhatian investor pada kekhawatiran terkait utang federal dan pengelolaan pasar obligasi pemerintah AS (Treasury). Indeks Dolar bergerak di kisaran 98,8 setelah mengalami penurunan tajam pada pekan sebelumnya, sementara perluasan program pembelian kembali obligasi oleh Departemen Keuangan AS mendorong penurunan imbal hasil obligasi jangka panjang serta nilai tukar dolar. Langkah tersebut memberikan sentimen positif bagi emas, perak, dan mata uang utama, di saat para investor mencermati implikasi jangka panjangnya terhadap biaya pinjaman AS dan kurva imbal hasil.
Detail Kelemahan USD yang Berlanjut Mendorong Kenaikan Imbal Hasil (24/08/2026)Pasar global terus dipengaruhi oleh pelemahan dolar AS yang berkepanjangan, perubahan ekspektasi terhadap bank sentral, serta risiko yang kembali muncul di Timur Tengah.
Detail Dollar Weakens as Falling Yields Lift Markets (08.20.2026)Global markets responded to falling U.S. Treasury yields after expanded government bond buybacks eased long-term borrowing costs and pressured the dollar.
DetailBergabunglah dengan Channel Telegram Kami dan Berlangganan Sinyal Trading Kami secara Gratis!
Bergabunglah dengan Telegram!