Buka Akun

Kelemahan USD yang Berlanjut Mendorong Kenaikan Imbal Hasil (24/08/2026)

Pasar global terus dipengaruhi oleh pelemahan dolar AS yang berkepanjangan, perubahan ekspektasi terhadap bank sentral, serta risiko yang kembali muncul di Timur Tengah.

Indeks dolar bertahan di dekat level 98,8—menyusul penurunan baru-baru ini—dan tetap berada di bawah tekanan setelah mencatatkan kerugian tajam pekan lalu, seiring lonjakan imbal hasil obligasi Treasury yang memperparah kekhawatiran mengenai beban utang pemerintah AS yang terus membengkak. Pasangan mata uang EUR/USD bertahan di dekat level tertinggi dalam beberapa bulan berkat dukungan dari membaiknya aktivitas bisnis di Zona Euro, sementara mata uang sterling mencapai puncak tertinggi enam bulan di tengah tingginya tingkat inflasi Inggris. Harga emas naik mendekati $4.650 dan perak melanjutkan reli di atas level $69, didorong oleh penurunan imbal hasil obligasi Treasury serta kekhawatiran seputar kondisi fiskal AS yang menguntungkan logam mulia. Di sisi lain, nilai tukar yen tetap berada di kisaran 158,9 seiring meningkatnya ekspektasi pasar secara tajam mengenai kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan pada bulan September.

WaktuMata UangAgendaAktualPerkiraanSebelumnya
02:45NZDCore Retail Sales (QoQ)0.7%0.3%1.1%

EUR/USD Bertahan Kuat di Atas 1,1680

EUR/USD diperdagangkan dengan kuat di atas level $1,1680, bertahan di dekat level tertinggi dalam beberapa bulan akibat pelemahan dolar yang terus berlanjut yang dipicu oleh kekhawatiran fiskal AS dan perluasan inisiatif pembelian kembali (buyback) obligasi Treasury. Data Zona Euro menunjukkan perbaikan aktivitas bisnis, yang dipimpin oleh sektor manufaktur Jerman, sementara ekspektasi inflasi melandai ke posisi sedikit di atas target ECB. Perhatian pasar kini tertuju pada pidato Ketua The Fed Warsh di Jackson Hole mendatang serta data inflasi PCE bulan Juli untuk mendapatkan petunjuk arah pergerakan selanjutnya.

Level resistensi pertama berada di 1,1720, sedangkan level dukungan (support) dimulai dari 1,1650.

R1: 1.1720S1: 1.1650
R2: 1.1750S2: 1.1610
R3: 1.1810S3: 1.1570

Harga Emas Naik ke $4.650

Harga emas melonjak hingga mendekati $4.650 per ons, memperpanjang kenaikan ke level tertinggi sejak pertengahan Mei. Kekhawatiran mengenai pengelolaan utang AS meningkat setelah Departemen Keuangan secara tak terduga mendukung pembelian kembali obligasi tenor panjang; langkah ini menekan imbal hasil dan nilai dolar, sekaligus memicu kembali aksi jual mata uang terkait kekhawatiran penurunan nilai (debasement). Ancaman sanksi terhadap Iran meningkatkan risiko pasokan minyak, sementara pasar menantikan data inflasi PCE dan pidato Jerome Powell di Jackson Hole.

Level resistensi pertama terlihat di $4.660, dengan level support awal di dekat $4.600.

R1: 4660S1: 4600
R2: 4775S2: 4560
R3: 4890S3: 4490

Yen Bertahan di Dekat Level 158,9

Yen Jepang diperdagangkan stabil di kisaran 158,9 per dolar, didukung oleh meningkatnya ekspektasi akan kenaikan suku bunga yang segera dilakukan oleh Bank of Japan. Pasar saat ini memperkirakan adanya peluang sebesar 82% untuk kenaikan suku bunga pada bulan September, angka yang meningkat signifikan dari 23% sebelum pertemuan bulan Juli. Pelemahan dolar secara umum memberikan dukungan tambahan, sementara para pelaku pasar kini menantikan komentar dari Deputi Gubernur Himino untuk mendapatkan arahan kebijakan.

Level resistensi pertama terlihat di angka 159,50, dengan level support awal di dekat 157,20.

R1: 159.50S1: 157.20
R2: 160.70S2: 156.00
R3: 161.50S3: 155.30

Sterling Mencapai Level Tertinggi dalam Enam Bulan

Nilai tukar pound Inggris menguat melampaui level $1,363 hingga mencapai titik tertinggi dalam enam bulan, didorong oleh pelemahan dolar secara luas yang mengangkat mata uang-mata uang utama. Sterling memperoleh momentum tambahan setelah Departemen Keuangan AS secara tak terduga melipatgandakan pembelian obligasi jangka panjangnya guna mendukung likuiditas dan menurunkan biaya pinjaman. Tingkat inflasi Inggris yang meningkat—mencapai puncak empat bulan sebesar 2,9% pada bulan Juli di tengah data pasar tenaga kerja yang melambat—turut memperkuat ekspektasi akan adanya kenaikan suku bunga lanjutan.

Secara teknikal, level resistansi berada di kisaran 1,3680, sedangkan level dukungan (support) berada di sekitar 1,3590.

R1: 1.3680S1: 1.3590
R2: 1.3720S2: 1.3560
R3: 1.3790S3: 1.3520

Perak Memperpanjang Reli di Atas $69

Harga perak bertahan di dekat level tertinggi dua bulan di atas $69 per ons, didorong oleh kekhawatiran berkelanjutan mengenai pengelolaan utang AS setelah Departemen Keuangan secara tak terduga meningkatkan pembelian kembali obligasi tenor panjang. Intervensi tersebut menurunkan imbal hasil dan nilai dolar, sekaligus memicu kembali permintaan yang didorong oleh kekhawatiran akan penurunan nilai mata uang (*debasement*). Risiko pasokan dari Timur Tengah yang meningkat akibat ancaman sanksi AS terhadap Iran turut memberikan dukungan tambahan, sementara pasar menantikan data inflasi PCE dan pidato Jerome Powell di Jackson Hole.

Secara teknikal, level resistansi berada di dekat $69,50, sedangkan level support terletak di sekitar $67,20.

R1: 69.50S1: 67.20
R2: 70.80S2: 64.50
R3: 72.00S3: 60.00
Jadilah anggota komunitas kami!

Bergabunglah dengan Channel Telegram Kami dan Berlangganan Sinyal Trading Kami secara Gratis!

Bergabunglah dengan Telegram!