Perekonomian Inggris tidak menunjukkan pertumbuhan pada kuartal ketiga tahun 2024, dengan PDB direvisi turun dari estimasi awal sebesar 0,1%. Hal ini menyusul ekspansi sebesar 0,4% pada Q2, yang menandai perlambatan tajam dalam aktivitas ekonomi.
Di sisi produksi, sektor jasa, yang merupakan bagian penting dari ekonomi Inggris, mengalami stagnasi tanpa pertumbuhan, revisi turun sebesar 0,1% dari estimasi awal. Sektor kegiatan keuangan dan asuransi merupakan sektor yang paling terdampak, mengalami kontraksi sebesar 0,6%.
Di sisi pengeluaran, terdapat hasil yang beragam:
Pertumbuhan yang stagnan pada Q3 menyoroti kerapuhan ekonomi Inggris, dengan peningkatan dalam konstruksi dan belanja rumah tangga diimbangi oleh penurunan dalam produksi dan pembentukan modal bruto.
Kurangnya momentum di sektor jasa dan kelemahan berkelanjutan dalam manufaktur dan pasokan energi menandakan tantangan berkelanjutan untuk pemulihan yang berkelanjutan.
Dolar Melemah Akibat Kekhawatiran Utang di Tengah Kenaikan Imbal Hasil (24 – 28 Agustus)Pasar global mengawali pekan dengan dolar AS yang masih berada di bawah tekanan, seiring beralihnya perhatian investor pada kekhawatiran terkait utang federal dan pengelolaan pasar obligasi pemerintah AS (Treasury). Indeks Dolar bergerak di kisaran 98,8 setelah mengalami penurunan tajam pada pekan sebelumnya, sementara perluasan program pembelian kembali obligasi oleh Departemen Keuangan AS mendorong penurunan imbal hasil obligasi jangka panjang serta nilai tukar dolar. Langkah tersebut memberikan sentimen positif bagi emas, perak, dan mata uang utama, di saat para investor mencermati implikasi jangka panjangnya terhadap biaya pinjaman AS dan kurva imbal hasil.
Detail Kelemahan USD yang Berlanjut Mendorong Kenaikan Imbal Hasil (24/08/2026)Pasar global terus dipengaruhi oleh pelemahan dolar AS yang berkepanjangan, perubahan ekspektasi terhadap bank sentral, serta risiko yang kembali muncul di Timur Tengah.
Detail Dollar Weakens as Falling Yields Lift Markets (08.20.2026)Global markets responded to falling U.S. Treasury yields after expanded government bond buybacks eased long-term borrowing costs and pressured the dollar.
DetailBergabunglah dengan Channel Telegram Kami dan Berlangganan Sinyal Trading Kami secara Gratis!
Bergabunglah dengan Telegram!