Perekonomian zona euro masih dalam kondisi rapuh pada penutupan tahun 2024, menurut survei HCOB PMI® terbaru.
Ekonomi zona euro masih dalam kondisi rapuh pada penutupan tahun 2024, menurut survei HCOB PMI® terbaru. Aktivitas ekonomi mengalami kontraksi selama dua bulan berturut-turut akibat penurunan terus-menerus dalam bisnis dan lapangan kerja baru, dengan tekanan inflasi yang meningkat. Meskipun ada sedikit peningkatan dalam ekspektasi bisnis, optimisme untuk 12 bulan ke depan tetap lemah secara historis.
Indeks Output PMI Gabungan Zona Euro HCOB yang disesuaikan secara musiman berada pada angka 49,6 pada bulan Desember, naik dari angka 48,3 pada bulan November tetapi masih di bawah angka netral 50,0. Hal ini menunjukkan adanya penurunan berkelanjutan dalam aktivitas ekonomi, meskipun pada kecepatan yang lebih lambat dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Salah satu negara dengan perekonomian terbesar di zona euro:
Sementara perusahaan melaporkan sedikit peningkatan dalam ekspektasi pertumbuhan dibandingkan dengan level terendah dalam 14 bulan di bulan November, optimisme tetap rendah secara historis. Data bulan Desember menyoroti kerapuhan ekonomi yang sedang berlangsung di zona euro, yang didorong oleh kesulitan manufaktur dan pemulihan yang lambat di sektor jasa. Tekanan inflasi dan permintaan eksternal yang lemah terus membebani prospek pertumbuhan kawasan tersebut.

Sumber: SP Global
Dolar Melemah Akibat Kekhawatiran Utang di Tengah Kenaikan Imbal Hasil (24 – 28 Agustus)Pasar global mengawali pekan dengan dolar AS yang masih berada di bawah tekanan, seiring beralihnya perhatian investor pada kekhawatiran terkait utang federal dan pengelolaan pasar obligasi pemerintah AS (Treasury). Indeks Dolar bergerak di kisaran 98,8 setelah mengalami penurunan tajam pada pekan sebelumnya, sementara perluasan program pembelian kembali obligasi oleh Departemen Keuangan AS mendorong penurunan imbal hasil obligasi jangka panjang serta nilai tukar dolar. Langkah tersebut memberikan sentimen positif bagi emas, perak, dan mata uang utama, di saat para investor mencermati implikasi jangka panjangnya terhadap biaya pinjaman AS dan kurva imbal hasil.
Detail Kelemahan USD yang Berlanjut Mendorong Kenaikan Imbal Hasil (24/08/2026)Pasar global terus dipengaruhi oleh pelemahan dolar AS yang berkepanjangan, perubahan ekspektasi terhadap bank sentral, serta risiko yang kembali muncul di Timur Tengah.
Detail Dollar Weakens as Falling Yields Lift Markets (08.20.2026)Global markets responded to falling U.S. Treasury yields after expanded government bond buybacks eased long-term borrowing costs and pressured the dollar.
DetailBergabunglah dengan Channel Telegram Kami dan Berlangganan Sinyal Trading Kami secara Gratis!
Bergabunglah dengan Telegram!