Pasar global mengalihkan perhatian mereka ke kebijakan bank sentral karena Forum Sintra ECB dan data inflasi utama menjadi sorotan utama.
Euro pulih dari level terendah satu tahun menjelang pidato dari Presiden ECB Christine Lagarde, Ketua Federal Reserve Kevin Warsh, dan Gubernur Bank of England Andrew Bailey. Sementara itu, emas dan perak tetap berada di bawah tekanan berat karena meredanya ketegangan di Timur Tengah dan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve lebih lanjut mengurangi permintaan logam mulia. Yen Jepang melemah ke level terendah sejak 1986, sementara poundsterling stabil di tengah perkembangan politik di Inggris.
| Waktu | Mata Uang | Agenda | Perkiraan | Sebelumnya |
| 09:00 | GBP | PDB (QoQ) (Q1) | 0.6% | 0.2% |
| 15:00 | EUR | Indeks Harga Konsumen Jerman (MoM) (Juni) | 0.1% | -0.2% |
| 16:45 | USD | PMI Chicago (Juni) | 60.0 | 62.7 |
| 17:00 | USD | Lowongan Kerja JOLTS (Mei) | 7.280M | 7.618M |
| 17:00 | USD | Kepercayaan Konsumen CB | 94.2 | 93.1 |

Setelah jatuh ke level terendah dalam satu tahun terakhir pekan lalu, euro pulih melewati $1,14 karena pelaku pasar mengalihkan perhatian mereka ke Forum Sintra ECB dan angka inflasi Eropa yang akan datang. Presiden ECB Christine Lagarde membuka simposium pada hari Senin. Panel utama acara tersebut dijadwalkan pada hari Rabu, menampilkan diskusi kebijakan moneter yang sangat penting antara Lagarde, Ketua Federal Reserve Kevin Warsh, dan Gubernur Bank of England Andrew Bailey.
Resistensi pertama berada di 1,1420 sementara support dimulai dari 1,1360.
| R1: 1.1420 | S1: 1.1360 |
| R2: 1.1460 | S2: 1.1290 |
| R3: 1.1540 | S3: 1.1200 |

Harga emas turun di bawah $4.000 per ons pada hari Selasa, mencapai titik terendah delapan bulan dan menuju penurunan bulanan keempat berturut-turut. Meredanya gesekan di Timur Tengah dikombinasikan dengan ekspektasi yang terus-menerus terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve yang akan datang terus menekan logam mulia ini. Emas telah kehilangan lebih dari 12% nilainya bulan ini dan sekitar 15% pada kuartal ini.
Resistensi pertama terlihat di $4050, dengan support awal di dekat $3960.
| R1: 4050 | S1: 3960 |
| R2: 4088 | S2: 3840 |
| R3: 4120 | S3: 3800 |

Yen Jepang menembus level 162 terhadap dolar pada hari Selasa, mencapai nilai terendahnya sejak tahun 1986. Penurunan tajam ini telah meningkatkan kecemasan di kalangan pejabat Tokyo dan memicu spekulasi pasar yang intens mengenai potensi intervensi mata uang langsung. Yen tetap tertekan oleh kesenjangan suku bunga yang besar antara kedua negara; Bank Sentral Jepang bergerak sangat lambat dalam normalisasi moneter, sedangkan Federal Reserve diproyeksikan akan memberikan beberapa kenaikan suku bunga akhir tahun ini.
Resistensi awal berada di 162,20, sementara support pertama berada di 161,00.
| R1: 162.20 | S1: 161.00 |
| R2: 162.60 | S2: 160.50 |
| R3: 163.00 | S3: 160.00 |

The British pound held above $1.32, bouncing back from seven-month lows. This recovery followed a pledge from Andy Burnham, the sole contender to succeed Keir Starmer, to decentralize substantial fiscal authority from Westminster to regional governments while maintaining strict economic discipline.
From a technical view, resistance stands near 1.3240, with support around 1.3150.
| R1: 1.3240 | S1: 1.3150 |
| R2: 1.3350 | S2: 1.3110 |
| R3: 1.3510 | S3: 1.3040 |

Harga perak merosot mendekati $57 per ons pada hari Selasa, mendekati nilai terendahnya dalam tujuh bulan. Logam industri ini menuju penurunan tajam bulanan, sangat tertekan oleh perubahan dinamika Timur Tengah dan menguatnya spekulasi pasar bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga akhir tahun ini. Harga perak telah anjlok lebih dari 23% selama bulan ini dan kuartal yang lebih luas.
Dari sudut pandang teknis, resistensi berada di sekitar $58,90, sementara support berada di sekitar $56,50.
| R1: 58.90 | S1: 56.50 |
| R2: 60.40 | S2: 54.10 |
| R3: 62.00 | S3: 50.00 |
Pasar global bergerak hati-hati karena meningkatnya ketegangan AS-Iran terus memicu kekhawatiran inflasi melalui kenaikan harga minyak.
Detail
Ketegangan Iran dan Bank Sentral Mendorong Pasar (20 – 24 Juli)Pasar global didominasi oleh ketegangan geopolitik yang kembali meningkat pekan ini karena runtuhnya gencatan senjata AS-Iran kembali memicu kekhawatiran tentang pasokan energi dan inflasi.
Detail Akhir Pekan Berakhir di Bawah Tekanan Geopolitik (17.07.2026)Pasar global menutup pekan ini di bawah tekanan karena meningkatnya ketegangan di Timur Tengah membuat harga energi tetap tinggi dan memperkuat kekhawatiran akan inflasi.
DetailBergabunglah dengan Channel Telegram Kami dan Berlangganan Sinyal Trading Kami secara Gratis!
Bergabunglah dengan Telegram!