Pasar global kembali mengalami pekan yang bergejolak karena investor menyeimbangkan data ekonomi AS yang tangguh dengan ketidakpastian geopolitik yang berkelanjutan di Timur Tengah. Dolar AS melemah lebih lanjut, jatuh di bawah 98 dan mencapai level terendah dalam sepuluh minggu meskipun angka pasar tenaga kerja lebih kuat. Pada saat yang sama, kondisi gencatan senjata yang rapuh antara Amerika Serikat dan Iran terus membentuk pasar energi, sementara ketegangan di sekitar Selat Hormuz tetap menjadi sumber utama risiko inflasi dan kehati-hatian pasar.
Pasar global kembali mengalami pekan yang bergejolak karena investor menyeimbangkan data ekonomi AS yang tangguh dengan ketidakpastian geopolitik yang berkelanjutan di Timur Tengah. Dolar AS melemah lebih lanjut, jatuh di bawah 98 dan mencapai level terendah dalam sepuluh minggu meskipun angka pasar tenaga kerja lebih kuat. Pada saat yang sama, kondisi gencatan senjata yang rapuh antara Amerika Serikat dan Iran terus membentuk pasar energi, sementara ketegangan di sekitar Selat Hormuz tetap menjadi sumber utama risiko inflasi dan kehati-hatian pasar.
Harga emas naik di atas $4.720 per ons, mencapai level tertinggi sejak 22 April dan menuju kenaikan mingguan melebihi 2%. Optimisme seputar potensi kesepakatan perdamaian AS-Iran meningkatkan sentimen, sementara dolar yang lebih lemah dan kondisi gencatan senjata yang stabil mendukung permintaan.
Harga perak melonjak di atas $80 per ons, mencapai level tertinggi sejak pertengahan Maret dan bergerak menuju kenaikan mingguan lebih dari 7%. Meredanya ketegangan geopolitik dan data tenaga kerja AS yang lebih kuat mendukung kepercayaan pasar secara lebih luas.
Tingkat Pengangguran AS (April): Tetap stabil di 4,3%, sesuai dengan ekspektasi. Namun, jumlah pengangguran meningkat sebesar 134.000 menjadi 7,37 juta, sementara partisipasi angkatan kerja turun menjadi 61,8%, terendah sejak Oktober 2021. Tingkat pengangguran U-6 yang lebih luas meningkat menjadi 8,2%.
Lowongan Kerja AS (Maret): Menurun sebesar 56.000 menjadi 6,866 juta. Perekrutan meningkat menjadi 5,6 juta, sementara total pemutusan hubungan kerja tetap stabil di 5,4 juta, menunjukkan pasar tenaga kerja yang relatif stabil meskipun terjadi kelemahan sektoral.
Neraca Perdagangan China (April): Surplus perdagangan menyempit menjadi $84,82 miliar dari $95,85 miliar tahun sebelumnya. Ekspor melonjak 14,1% menjadi rekor $359,44 miliar, sementara impor melonjak 25,3% menjadi $274,62 miliar.
Data Lapangan Kerja Non-Pertanian AS (April): Perekonomian menambah 115.000 lapangan kerja, jauh di atas ekspektasi sebesar 62.000 dan menyusul revisi kenaikan 185.000 pada bulan Maret. Pertumbuhan lapangan kerja dipimpin oleh sektor perawatan kesehatan, transportasi dan pergudangan, serta perdagangan ritel.
Pasar global mengalihkan perhatian mereka ke kebijakan bank sentral karena Forum Sintra ECB dan data inflasi utama menjadi sorotan utama.
Detail
Spekulasi Kenaikan Suku Bunga Fed Meningkat Menjelang Data Ketenagakerjaan (29 Juni – 3 Juli)Pasar global memasuki pekan ini dengan investor yang fokus pada laporan pasar tenaga kerja AS yang akan datang, yang diperkirakan akan memberikan sinyal utama berikutnya untuk kebijakan Federal Reserve. Dolar AS tetap berada di dekat level tertingginya dalam lebih dari setahun setelah reli kuat pekan lalu, didukung oleh komentar hawkish dari Ketua Fed Kevin Warsh dan meningkatnya ekspektasi pengetatan moneter lebih lanjut. Pada saat yang sama, bentrokan militer yang kembali terjadi antara Amerika Serikat dan Iran di Selat Hormuz sempat memicu kembali kekhawatiran inflasi sebelum kedua pihak sepakat untuk menangguhkan aksi militer menjelang putaran pembicaraan damai berikutnya di Doha.
Detail Pasar Bersiap Menghadapi Pembicaraan Doha (29.06.2026)Pasar global membuka pekan ini dengan hati-hati karena investor menyeimbangkan ketegangan AS-Iran yang kembali meningkat dengan harapan akan kemajuan diplomatik menjelang pembicaraan perdamaian di Doha.
DetailBergabunglah dengan Channel Telegram Kami dan Berlangganan Sinyal Trading Kami secara Gratis!
Bergabunglah dengan Telegram!