Ekonomi AS terus menunjukkan kekuatan pada bulan Oktober, menurut data PMI terbaru.
Survei PMI AS bulan Oktober menunjukkan peningkatan berkelanjutan dalam aktivitas bisnis, menandai awal yang kuat untuk kuartal keempat. Pertumbuhan ini didorong semata-mata oleh sektor jasa, karena output manufaktur menurun untuk bulan ketiga. Ketenagakerjaan juga mengalami sedikit penurunan untuk bulan ketiga berturut-turut, yang mencerminkan ketidakpastian terkait dengan Pemilihan Presiden. Survei PMI AS bulan Oktober menunjukkan peningkatan berkelanjutan dalam aktivitas bisnis, menandai awal yang kuat untuk kuartal keempat. Pertumbuhan ini didorong semata-mata oleh sektor jasa, karena output manufaktur menurun untuk bulan ketiga. Ketenagakerjaan juga mengalami sedikit penurunan untuk bulan ketiga berturut-turut, yang mencerminkan ketidakpastian terkait dengan Pemilihan Presiden.
Namun, keyakinan terhadap prospek tahun mendatang bangkit kembali setelah penurunan signifikan pada bulan September, dengan perusahaan memprediksi lebih banyak stabilitas dan kepastian pasca pemilu. Survei tersebut juga melaporkan laju inflasi yang lebih lambat untuk biaya input dan harga yang dibebankan, dengan yang terakhir turun tajam ke level terendah sejak Mei 2020, sebagian besar disebabkan oleh penurunan signifikan dalam inflasi sektor jasa.

Source: S&P Global
Dolar Melemah Akibat Kekhawatiran Utang di Tengah Kenaikan Imbal Hasil (24 – 28 Agustus)Pasar global mengawali pekan dengan dolar AS yang masih berada di bawah tekanan, seiring beralihnya perhatian investor pada kekhawatiran terkait utang federal dan pengelolaan pasar obligasi pemerintah AS (Treasury). Indeks Dolar bergerak di kisaran 98,8 setelah mengalami penurunan tajam pada pekan sebelumnya, sementara perluasan program pembelian kembali obligasi oleh Departemen Keuangan AS mendorong penurunan imbal hasil obligasi jangka panjang serta nilai tukar dolar. Langkah tersebut memberikan sentimen positif bagi emas, perak, dan mata uang utama, di saat para investor mencermati implikasi jangka panjangnya terhadap biaya pinjaman AS dan kurva imbal hasil.
Detail Kelemahan USD yang Berlanjut Mendorong Kenaikan Imbal Hasil (24/08/2026)Pasar global terus dipengaruhi oleh pelemahan dolar AS yang berkepanjangan, perubahan ekspektasi terhadap bank sentral, serta risiko yang kembali muncul di Timur Tengah.
Detail Dollar Weakens as Falling Yields Lift Markets (08.20.2026)Global markets responded to falling U.S. Treasury yields after expanded government bond buybacks eased long-term borrowing costs and pressured the dollar.
DetailBergabunglah dengan Channel Telegram Kami dan Berlangganan Sinyal Trading Kami secara Gratis!
Bergabunglah dengan Telegram!