Ekonomi AS terus menunjukkan kekuatan pada bulan Oktober, menurut data PMI terbaru.
Survei PMI AS bulan Oktober menunjukkan peningkatan berkelanjutan dalam aktivitas bisnis, menandai awal yang kuat untuk kuartal keempat. Pertumbuhan ini didorong semata-mata oleh sektor jasa, karena output manufaktur menurun untuk bulan ketiga. Ketenagakerjaan juga mengalami sedikit penurunan untuk bulan ketiga berturut-turut, yang mencerminkan ketidakpastian terkait dengan Pemilihan Presiden. Survei PMI AS bulan Oktober menunjukkan peningkatan berkelanjutan dalam aktivitas bisnis, menandai awal yang kuat untuk kuartal keempat. Pertumbuhan ini didorong semata-mata oleh sektor jasa, karena output manufaktur menurun untuk bulan ketiga. Ketenagakerjaan juga mengalami sedikit penurunan untuk bulan ketiga berturut-turut, yang mencerminkan ketidakpastian terkait dengan Pemilihan Presiden.
Namun, keyakinan terhadap prospek tahun mendatang bangkit kembali setelah penurunan signifikan pada bulan September, dengan perusahaan memprediksi lebih banyak stabilitas dan kepastian pasca pemilu. Survei tersebut juga melaporkan laju inflasi yang lebih lambat untuk biaya input dan harga yang dibebankan, dengan yang terakhir turun tajam ke level terendah sejak Mei 2020, sebagian besar disebabkan oleh penurunan signifikan dalam inflasi sektor jasa.

Source: S&P Global
Imbal hasil obligasi 10 tahun Jepang bertahan di dekat level tertinggi sejak 1996 di angka 2,79% setelah pertumbuhan PDB yang lebih kuat dan kenaikan biaya energi memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga BOJ dalam waktu dekat.
Detail Nada Lebih Tenang, Belum Ada Kelegaan (19.05.2026)Suasana yang lebih tenang seputar kemungkinan negosiasi AS-Iran sedikit meredakan tekanan di pasar obligasi dan mata uang, sehingga indeks dolar tetap mendekati 99 dan imbal hasil obligasi pemerintah AS mendekati 4,6%.
Detail
Imbal Hasil Obligasi Melonjak Akibat Tekanan Inflasi (18-22 Mei)Dolar AS naik ke level tertinggi dalam enam minggu, sementara euro, pound, dan yen melemah di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa bank sentral mungkin akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama.
DetailBergabunglah dengan Channel Telegram Kami dan Berlangganan Sinyal Trading Kami secara Gratis!
Bergabunglah dengan Telegram!