Buka Akun

Taruhan Kenaikan Suku Bunga Fed Memberi Tekanan pada Pasar (23.06.2026)

Pasar global tetap berada di bawah tekanan pada hari Selasa karena ekspektasi akan kebijakan Federal Reserve yang lebih ketat lebih besar daripada optimisme seputar kemajuan dalam negosiasi AS-Iran.

Logam mulia melanjutkan penurunan mereka, sementara dolar tetap stabil di dekat level tertinggi multi-bulan. Euro merosot ke level terlemahnya sejak Maret meskipun kekhawatiran energi mereda, dan yen tetap tertahan di dekat level terendah sepanjang sejarah karena perbedaan imbal hasil terus menguntungkan dolar. Sementara itu, ketidakpastian politik di Inggris dan membaiknya kondisi pasokan minyak global membuat investor tetap fokus pada data inflasi PCE AS yang akan datang untuk mendapatkan petunjuk kebijakan baru.

Waktu

Mata Uang

AgendaPerkiraanSebelumnya
13:45USDPMI Jasa Global S&P (Juni)
51.150.7
13:45USDPMI Manufaktur Global S&P (Juni)
54.655.1

Euro Jatuh ke Level Terendah Bulan Maret

Euro merosot ke level terendah pertengahan Maret di $1,143, mengabaikan pemulihan di pasar energi yang disebabkan oleh kemajuan negosiasi AS-Iran. Aset Eropa menghadapi hambatan tambahan dari meningkatnya gejolak politik Inggris setelah pengunduran diri Keir Starmer. Sementara itu, harga minyak naik karena optimisme baru di Timur Tengah meskipun ada peringatan Donald Trump kepada Hizbullah. Para pedagang terus bersiap untuk pengetatan kebijakan lebih lanjut dari Bank Sentral Eropa setelah kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin baru-baru ini mendorong suku bunga menjadi 2,25%.

Resistensi pertama berada di 1,1450 sementara support dimulai dari 1,1400.

R1: 1.1450S1: 1.1400
R2: 1.1500S2: 1.1350
R3: 1.1540S3: 1.1310

Harga Emas Turun Di Bawah $4.150.

Harga emas turun di bawah $4.150 per ons pada hari Selasa, karena ekspektasi suku bunga Federal Reserve yang agresif menutupi sentimen positif yang muncul dari negosiasi perdamaian AS-Iran. Baik Deutsche Bank maupun Bank of America menyesuaikan proyeksi mereka untuk memasukkan potensi kenaikan suku bunga pada bulan September. Para pelaku pasar kini menunggu laporan inflasi PCE yang akan datang untuk kejelasan arah pergerakan harga. Selain itu, kondisi pasokan global membaik setelah lisensi AS yang mengizinkan ekspor minyak mentah Iran bersamaan dengan peningkatan lalu lintas melalui Selat Hormuz.

Resistensi pertama terlihat di $4.180, dengan support awal di dekat $4.100.

R1: 4180S1: 4100
R2: 4240S2: 4050
R3: 4300S3: 4000

Yen Bertahan di Dekat Titik Terendah Sepanjang Sejarah

Yen Jepang berfluktuasi di dekat 161,5 per dolar pada hari Selasa, tetap terjebak di dekat level terlemahnya sejak 1986 setelah peringatan verbal baru dari Tokyo gagal memicu reli. Meskipun otoritas Jepang menekankan upaya bersama dengan Washington untuk menstabilkan nilai tukar, para pedagang tetap waspada terhadap intervensi mata uang yang sebenarnya. Terlepas dari kenaikan suku bunga Bank Sentral Jepang baru-baru ini, perbedaan imbal hasil yang dalam dan dolar AS yang kuat terus menekan yen.

Resistensi awal berada di 162,00, sedangkan support pertama berada di 161,00.

R1: 162.00S1: 161.00
R2: 162.40S2: 160.50
R3: 163.00S3: 160.00

Sterling Pulih Menuju 1.3235

Poundsterling Inggris naik mendekati 1,3235, pulih dari level terendahnya sejak Maret setelah pengunduran diri Perdana Menteri Keir Starmer. Sentimen pasar terkait transisi politik membaik setelah Andy Burnham meluncurkan pencalonan sebagai perdana menteri dengan dukungan Wes Streeting. Namun, investor tetap sangat berhati-hati terhadap prospek fiskal jangka panjang di tengah meningkatnya kekhawatiran atas peningkatan pengeluaran publik, percepatan penerbitan obligasi pemerintah, dan tekanan utang yang berat.

Dari sudut pandang teknis, resistensi berada di dekat 1,3260, dengan support di sekitar 1,3180.

R1: 1.3260S1: 1.3180
R2: 1.3350S2: 1.3110
R3: 1.3510S3: 1.3025

Harga Perak Turun Menuju $63

Harga perak turun mendekati $63 per ons pada hari Selasa, memperpanjang kerugian baru-baru ini karena ekspektasi kebijakan moneter Federal Reserve yang ketat mengalahkan optimisme atas diskusi perdamaian AS-Iran. Perkiraan dari lembaga-lembaga besar seperti Deutsche Bank dan Bank of America diperbarui untuk mencerminkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada bulan September. Investor mempertahankan posisi mereka menjelang data inflasi PCE AS yang penting untuk mendapatkan petunjuk kebijakan. Sementara itu, pengecualian AS untuk penjualan minyak Iran dan peningkatan transit Selat Hormuz menandakan peningkatan pasokan global.

Dari sudut pandang teknis, resistensi berada di dekat $64,50, sedangkan support berada di sekitar $62,00.

R1: 64.50S1: 62.00
R2: 67.30S2: 61.00
R3: 69.50S3: 59.20
Jadilah anggota komunitas kami!

Bergabunglah dengan Channel Telegram Kami dan Berlangganan Sinyal Trading Kami secara Gratis!

Bergabunglah dengan Telegram!