Untuk minggu yang berakhir pada tanggal 4 Januari, klaim pengangguran awal yang disesuaikan secara musiman dilaporkan sebesar 201.000, mencerminkan penurunan sebesar 10.000 dari angka revisi minggu sebelumnya sebesar 211.000.
Untuk minggu yang berakhir pada tanggal 4 Januari, klaim pengangguran awal yang disesuaikan secara musiman dilaporkan sebesar 201.000, mencerminkan penurunan sebesar 10.000 dari angka minggu sebelumnya yang direvisi sebesar 211.000. Rata-rata pergerakan klaim awal selama 4 minggu turun sebesar 10.250, mencapai 213.000, dibandingkan dengan rata-rata minggu sebelumnya yang direvisi sebesar 223.250.
Tingkat pengangguran tertanggung yang disesuaikan secara musiman untuk minggu yang berakhir pada tanggal 28 Desember tetap tidak berubah sebesar 1,2%, konsisten dengan tingkat minggu sebelumnya yang tidak direvisi. Jumlah individu pengangguran tertanggung yang disesuaikan secara musiman untuk periode yang sama meningkat sebesar 33.000, naik menjadi 1.867.000 dari tingkat minggu sebelumnya yang direvisi. Angka minggu sebelumnya direvisi turun sebesar 10.000, dari 1.844.000 menjadi 1.834.000.
Selain itu, rata-rata bergerak 4 minggu dari pengangguran yang diasuransikan menurun sebesar 3.000, menjadi 1.865.500. Ini merupakan sedikit peningkatan dari rata-rata minggu sebelumnya yang direvisi sebesar 1.868.500, yang juga telah direvisi turun sebesar 2.250 dari perkiraan sebelumnya sebesar 1.870.750.

Sumber: U.S. Department of Labor
Dolar Melemah Akibat Kekhawatiran Utang di Tengah Kenaikan Imbal Hasil (24 – 28 Agustus)Pasar global mengawali pekan dengan dolar AS yang masih berada di bawah tekanan, seiring beralihnya perhatian investor pada kekhawatiran terkait utang federal dan pengelolaan pasar obligasi pemerintah AS (Treasury). Indeks Dolar bergerak di kisaran 98,8 setelah mengalami penurunan tajam pada pekan sebelumnya, sementara perluasan program pembelian kembali obligasi oleh Departemen Keuangan AS mendorong penurunan imbal hasil obligasi jangka panjang serta nilai tukar dolar. Langkah tersebut memberikan sentimen positif bagi emas, perak, dan mata uang utama, di saat para investor mencermati implikasi jangka panjangnya terhadap biaya pinjaman AS dan kurva imbal hasil.
Detail Kelemahan USD yang Berlanjut Mendorong Kenaikan Imbal Hasil (24/08/2026)Pasar global terus dipengaruhi oleh pelemahan dolar AS yang berkepanjangan, perubahan ekspektasi terhadap bank sentral, serta risiko yang kembali muncul di Timur Tengah.
Detail Dollar Weakens as Falling Yields Lift Markets (08.20.2026)Global markets responded to falling U.S. Treasury yields after expanded government bond buybacks eased long-term borrowing costs and pressured the dollar.
DetailBergabunglah dengan Channel Telegram Kami dan Berlangganan Sinyal Trading Kami secara Gratis!
Bergabunglah dengan Telegram!