Pada bulan Januari 2025, perkiraan awal untuk penjualan ritel dan layanan makanan AS, yang disesuaikan dengan fluktuasi musiman, hari libur, dan perbedaan hari perdagangan (tetapi tidak untuk inflasi), berjumlah $723,9 miliar.
Angka ini mencerminkan penurunan 0,9% (±0,5%) dari Desember 2024, tetapi menandai peningkatan 4,2% (±0,5%) dibandingkan dengan Januari 2024.
Untuk periode tiga bulan yang mencakup November 2024 hingga Januari 2025, penjualan meningkat 4,2% (±0,5%) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, pertumbuhan penjualan bulan ke bulan untuk Desember 2024 direvisi naik dari estimasi awal 0,4% (±0,5%) menjadi 0,7% (±0,3%), yang mengindikasikan kinerja yang lebih kuat dari perkiraan pada bulan terakhir tahun 2024.
Penjualan perdagangan eceran mengalami penurunan 1,2% (±0,5%) dari Desember 2024, tetapi tetap lebih tinggi 4,0% (±0,5%) dari Januari 2024, menunjukkan pertumbuhan yang berkelanjutan dari tahun ke tahun.
Secara keseluruhan, meskipun penjualan ritel menunjukkan sedikit penurunan dari bulan sebelumnya, tren pertumbuhan tahunan menunjukkan aktivitas konsumen yang berkelanjutan di seluruh sektor utama.

Sumber: Biro Sensus Amerika Serikat
Dolar Melemah Akibat Kekhawatiran Utang di Tengah Kenaikan Imbal Hasil (24 – 28 Agustus)Pasar global mengawali pekan dengan dolar AS yang masih berada di bawah tekanan, seiring beralihnya perhatian investor pada kekhawatiran terkait utang federal dan pengelolaan pasar obligasi pemerintah AS (Treasury). Indeks Dolar bergerak di kisaran 98,8 setelah mengalami penurunan tajam pada pekan sebelumnya, sementara perluasan program pembelian kembali obligasi oleh Departemen Keuangan AS mendorong penurunan imbal hasil obligasi jangka panjang serta nilai tukar dolar. Langkah tersebut memberikan sentimen positif bagi emas, perak, dan mata uang utama, di saat para investor mencermati implikasi jangka panjangnya terhadap biaya pinjaman AS dan kurva imbal hasil.
Detail Kelemahan USD yang Berlanjut Mendorong Kenaikan Imbal Hasil (24/08/2026)Pasar global terus dipengaruhi oleh pelemahan dolar AS yang berkepanjangan, perubahan ekspektasi terhadap bank sentral, serta risiko yang kembali muncul di Timur Tengah.
Detail Dollar Weakens as Falling Yields Lift Markets (08.20.2026)Global markets responded to falling U.S. Treasury yields after expanded government bond buybacks eased long-term borrowing costs and pressured the dollar.
DetailBergabunglah dengan Channel Telegram Kami dan Berlangganan Sinyal Trading Kami secara Gratis!
Bergabunglah dengan Telegram!