Data S&P Global UK Services PMI® untuk bulan Januari mengisyaratkan berlanjutnya ekspansi dalam aktivitas bisnis, meskipun dengan kecepatan yang marjinal.
Indeks Aktivitas Bisnis yang disesuaikan secara musiman turun menjadi 50,8, turun dari 51,1 di bulan Desember, menandai level terendah dalam 15 bulan terakhir. Angka terbaru ini masih jauh di bawah level sebelum pandemi, menyoroti pertumbuhan yang lambat di sektor jasa.
Penyedia layanan menyebutkan beberapa faktor yang membebani aktivitas bisnis, termasuk:
Total pesanan kerja baru menurun di bulan Januari, mengakhiri 14 bulan berturut-turut pertumbuhan berkelanjutan. Beberapa bisnis mengaitkan penurunan ini dengan kenaikan suku bunga dan ketidakpastian ekonomi global, sementara yang lain menunjukkan berkurangnya kepercayaan diri setelah Anggaran Musim Gugur. Namun, layanan teknologi tetap menjadi titik terang, dengan permintaan yang kuat mendukung kantong-kantong ekspansi bisnis yang terbatas.
Tingkat kepegawaian menurun selama empat bulan berturut-turut, dengan laju kehilangan pekerjaan meningkat ke level tertinggi sejak Januari 2021. Meningkatnya biaya penggajian dan menyusutnya margin menyebabkan pembekuan perekrutan dan upaya restrukturisasi.
Tekanan harga input melonjak, dengan inflasi biaya mencapai level tertinggi dalam sembilan bulan terakhir akibat peningkatan pembayaran gaji dan kenaikan harga pemasok.
Harga-harga yang dibebankan oleh perusahaan-perusahaan sektor jasa naik dengan laju tercepat dalam 13 bulan terakhir, meskipun beberapa perusahaan memilih untuk memberikan potongan harga untuk menstimulasi permintaan.
Penjualan ekspor turun selama dua bulan berturut-turut, meskipun penurunannya tidak separah di bulan Desember. Sementara permintaan dari AS tetap stabil, belanja di Eropa melemah.
Tumpukan pekerjaan menurun secara signifikan, mencerminkan kelebihan kapasitas setelah berbulan-bulan permintaan yang lemah. Penurunan pekerjaan yang belum selesai adalah yang paling tajam sejak Agustus 2023.
Kepercayaan bisnis turun ke level terendah sejak Desember 2022, karena perusahaan-perusahaan menyatakan kekhawatiran atas margin yang tertekan, permintaan yang lemah, dan prospek pertumbuhan ekonomi Inggris yang mengecewakan.
Data bulan Januari memberikan gambaran yang beragam untuk sektor jasa di Inggris, dengan pertumbuhan marjinal yang dibayangi oleh tekanan biaya yang meningkat dan meningkatnya kehilangan pekerjaan. Dengan tekanan inflasi yang semakin meningkat dan kepercayaan bisnis yang melemah, sektor ini menghadapi awal yang menantang di tahun 2025.

Source: S&P Global
Pada hari Rabu, pasar mengalihkan perhatiannya ke Bank Sentral Eropa seiring dengan pulihnya euro secara moderat dari titik terendah baru-baru ini.
Detail
Data AS yang Kuat Mendukung Prediksi Kenaikan Suku Bunga (08-12 Juni)Pasar global memulai pekan ini ketika investor menilai kembali ekspektasi suku bunga setelah serangkaian rilis data ekonomi AS yang lebih kuat. Data pasar tenaga kerja yang solid, peningkatan lowongan pekerjaan, dan angka ketenagakerjaan yang tangguh memperkuat argumen untuk kebijakan moneter yang lebih ketat, sehingga mendorong penguatan dolar AS dan imbal hasil obligasi. Pada saat yang sama, ketegangan yang kembali muncul di Timur Tengah, termasuk pertukaran rudal antara Iran dan Israel serta gangguan yang terus berlanjut di dekat Selat Hormuz, membuat pasar energi tetap waspada dan mempertahankan kekhawatiran tentang tekanan inflasi.
Detail Dolar Menguat karena Data Ketenagakerjaan yang Kuat (06.08.2026)Pasar global memulai pekan ini dengan catatan hati-hati karena data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve lainnya di akhir tahun ini.
DetailBergabunglah dengan Channel Telegram Kami dan Berlangganan Sinyal Trading Kami secara Gratis!
Bergabunglah dengan Telegram!