Pasar menjadi waspada karena ketegangan AS-Iran yang kembali meningkat menghidupkan kembali permintaan aset aman dan memperkuat dolar AS.
EUR/USD berada di bawah tekanan di dekat 1,1750, sementara emas merosot di bawah $4.800 dan perak mundur menuju $79 karena kenaikan harga minyak memicu kekhawatiran inflasi. Yen Jepang kembali melemah di tengah risiko terkait energi, menyoroti kerentanan Jepang terhadap biaya impor yang lebih tinggi. Sementara itu, poundsterling menunjukkan ketahanan relatif di dekat 1,3600, didukung oleh ekspektasi pengetatan kebijakan moneter Bank of England yang berkelanjutan. Terlepas dari sinyal diplomatik sesekali, meningkatnya gesekan geopolitik dan volatilitas energi terus mendominasi arah pasar.
| Waktu | Mata uang | Agenda | Perkiraan | Sebelumnya |
| 16:40 | EUR | Presiden ECB Legarde Berpidato | - | - |

EUR/USD kesulitan menembus level 1.1750 karena ketegangan AS-Iran yang kembali memanas mendorong investor menuju dolar AS. Laporan bahwa Teheran telah menolak pembicaraan lebih lanjut karena "ekspektasi yang tidak realistis" telah memicu permintaan aset safe-haven baru. Eskalasi ini, ditambah dengan kekhawatiran inflasi terkait energi, telah memperkuat keyakinan pasar bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi untuk jangka waktu yang lama, yang selanjutnya menekan pasangan mata uang ini.
Untuk EUR/USD, resistensi awal terlihat di 1.1800, sementara support terdekat berada di 1.1720.
| R1: 1.1800 | S1: 1.1720 |
| R2: 1.1840 | S2: 1.1640 |
| R3: 1.1880 | S3: 1.1600 |

Harga emas turun lebih dari 1% pada hari Senin, menghapus kenaikan sebelumnya karena permusuhan yang kembali terjadi di Selat Hormuz mendorong harga minyak lebih tinggi dan memicu kekhawatiran inflasi. Eskalasi ini menyusul penyitaan kapal kargo Iran oleh pasukan angkatan laut AS di Teluk Oman, yang memicu manuver balasan dari Iran. Meskipun Presiden Donald Trump menyatakan bahwa resolusi diplomatik masih mungkin dilakukan sebelum diskusi mendatang di Pakistan, Teheran telah menyatakan skeptisisme yang signifikan mengenai kesepakatan tersebut. Meningkatnya risiko geopolitik dan biaya energi ini telah menekan logam mulia tersebut karena pasar menilai kembali prospek ekonomi global.
Resistensi pertama terlihat di $4840, dengan support awal di dekat $4740.
| R1: 4840 | S1: 4740 |
| R2: 4960 | S2: 4650 |
| R3: 5020 | S3: 4580 |

Pada hari Senin, yen Jepang melemah mendekati 159 terhadap dolar AS, menghapus keuntungan baru-baru ini karena lonjakan harga minyak, yang dipicu oleh peningkatan tajam permusuhan AS-Iran, membebani ekonomi yang bergantung pada energi. Setelah penyitaan kapal Iran oleh AS dan penutupan Selat Hormuz oleh Teheran, harga minyak mentah melonjak lebih dari 5%. Gesekan geopolitik ini telah membayangi prospek Bank Sentral Jepang; sementara Gubernur Kazuo Ueda tetap tidak memberikan komitmen mengenai kenaikan suku bunga dalam waktu dekat, bank sentral secara luas diperkirakan akan merevisi perkiraan inflasi ke atas untuk memperhitungkan kenaikan biaya impor energi.
Resistensi awal berada di 159,20, sedangkan support pertama terletak di 158,10.
| R1: 159.20 | S1: 158.10 |
| R2: 160.00 | S2: 157.60 |
| R3: 161.30 | S3: 156.80 |

GBP/USD mendekati 1,3600 karena pembukaan kembali Selat Hormuz meningkatkan sentimen pasar dan meredam permintaan dolar. Menurunnya ketegangan geopolitik telah menghidupkan kembali perkiraan penurunan suku bunga Federal Reserve hingga tahun 2026. Poundsterling tetap didukung oleh ekspektasi yang terus-menerus bahwa Bank of England akan mempertahankan siklus pengetatan kebijakan moneternya, sehingga mempertahankan momentum kenaikan mata uang secara keseluruhan.
Dari sudut pandang teknis, resistensi berada di dekat 1,3550, dengan support sekitar 1,3440.
| R1: 1.3550 | S1: 1.3440 |
| R2: 1.3590 | S2: 1.3350 |
| R3: 1.3650 | S3: 1.3280 |

Harga perak turun hampir 2% pada hari Senin, mendekati angka $79 per ons karena meningkatnya gesekan di Selat Hormuz mendorong harga minyak naik dan kembali memicu kekhawatiran inflasi. Pembalikan ini terjadi setelah penyitaan kapal berbendera Iran oleh AS, yang mendorong Teheran untuk menargetkan pelayaran dan memperketat cengkeramannya di jalur air vital tersebut. Meskipun Presiden Trump menyatakan bahwa resolusi diplomatik masih mungkin dilakukan sebelum negosiasi mendatang di Pakistan, para pejabat Iran telah menyatakan skeptisisme yang mendalam mengenai potensi kesepakatan, meredam harapan pasar untuk de-eskalasi yang cepat.
Dari sudut pandang teknis, resistensi berada di dekat $81,50 sementara support berada di sekitar $78,00.
| R1: 81.50 | S1: 78.00 |
| R2: 84.60 | S2: 75.00 |
| R3: 89.10 | S3: 73.50 |
German Producer Prices Stabilize Amid Energy RisksGermany’s producer price index (PPI) delivered a complex set of results in March 2026, signaling a potential end to a year long period of deep deflation while also highlighting fresh inflationary risks.
Detail
Inside Option Flows and Market TrendsModern market mechanics are significantly more complicated than many investors assume. While headlines receive credit for price shifts, the true catalyst is frequently found in options market positioning and the subsequent unwinding of those trades. To truly grasp market behavior, one must look beyond simple spot prices.
DetailBergabunglah dengan Channel Telegram Kami dan Berlangganan Sinyal Trading Kami secara Gratis!
Bergabunglah dengan Telegram!