Pasar hampir sepenuhnya memperkirakan penurunan suku bunga Federal Reserve lagi minggu ini, namun pasar obligasi AS terus bergerak ke arah yang berlawanan.
Alih-alih turun seiring dengan pelonggaran kebijakan, imbal hasil obligasi pemerintah justru meningkat sejak September 2024. Bloomberg mencatat bahwa perbedaan sebesar ini belum pernah terjadi sejak tahun 1990-an, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang apa sebenarnya yang ditunjukkan oleh kurva imbal hasil saat ini.
Para analis terpecah pendapat mengenai arti kenaikan imbal hasil tersebut. Interpretasi utama meliputi:
Perilaku pasar obligasi juga bertentangan dengan klaim berulang mantan Presiden Donald Trump bahwa pemotongan suku bunga yang lebih cepat dan lebih dalam akan dengan cepat menurunkan biaya pinjaman jangka panjang. Sebaliknya, imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun telah naik hampir 50 bps menjadi sekitar 4,1% sejak The Fed mulai memotong suku bunga, dan imbal hasil obligasi 30 tahun telah naik lebih dari 80 bps. Alih-alih melonggarkan kondisi keuangan, siklus pemotongan suku bunga justru bertepatan dengan pengetatan pembiayaan jangka panjang.
Perhatian semakin beralih ke kredibilitas jangka panjang The Fed seiring Trump bersiap untuk menunjuk pengganti Jerome Powell setelah masa jabatan ketua berakhir. Para analis memperingatkan bahwa penunjukan ketua yang didorong oleh kepentingan politik, atau menekan Komite saat ini untuk melakukan pelonggaran kebijakan moneter yang lebih tajam, dapat meningkatkan ekspektasi inflasi. Alih-alih menurunkan imbal hasil, perubahan seperti itu justru dapat mendorongnya lebih tinggi dan mengganggu stabilitas keuangan yang lebih luas.
Pasar memperkirakan penurunan seperempat poin minggu ini dan dua pemotongan lagi pada tahun 2026, sehingga suku bunga kebijakan mendekati 3%. Namun, penolakan pasar obligasi untuk mengikuti jalur pelonggaran The Fed menunjukkan bahwa kebijakan jangka pendek bukan lagi kekuatan dominan yang berperan. Meningkatnya defisit fiskal, perluasan penerbitan obligasi pemerintah, dan pertanyaan tentang pengendalian inflasi jangka panjang kini tampaknya lebih berpengaruh dalam membentuk perilaku imbal hasil daripada tindakan The Fed.

Pasar global tetap defensif karena negosiasi AS-Iran yang terhenti dan ketegangan Timur Tengah yang terus berlanjut memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat dolar.
Detail Ekspektasi Suku Bunga yang Lebih Tinggi Membuat Pasar Tetap Defensif (14.05.2026)Pasar global tetap berada di bawah tekanan karena kekhawatiran inflasi yang terus-menerus dan terhambatnya diplomasi AS-Iran memperkuat ekspektasi akan kebijakan moneter yang lebih ketat.
Detail Yields Rise While Metals Trade Mixed (05.13.2026)Global markets turned cautious as escalating U.S.–Iran tensions and stronger U.S. inflation data reinforced expectations for higher interest rates.
Bergabunglah dengan Channel Telegram Kami dan Berlangganan Sinyal Trading Kami secara Gratis!
Bergabunglah dengan Telegram!